Pengaruh Program KB Terhadap Pengendalian Penduduk

IKLAN1
PENGARUH PROGRAM KB TERHADAP PENGENDALIAN PENDUDUK

Definisi Penduduk
Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. (ilmu sosiologi)
Penduduk adalah sekelompok orang sebagai hasil dari tingkat kelahiran, migrasi dan tingkat kematian. (Howthorn 1973:3)
Penduduk adalah
· Sekelompok orang yang tinggal di daerah tersebut
· Sekelompok orang yang secara hokum berhak tinggal di daerah tersebut, mempunyai surat resmi untuk tinggal di daerah tersebut. (Wikipedia Indonesia)

Definisi Keluarga Berencana (KB)
Keluarga Berencana (KB) adalah perencanaan kehamilan sehingga kehamilan itu terjadi pada waktu seperti yang diinginkan, jarak antara kelahiran diperpanjang untuk membina kesehatan yang sebaik-baiknya bagi seluruh anggota keluarga, apabila jumlah anggota keluarga telah mencapai jumlah yang dikehendaki.
(WHO Technical Report Series, 1972 NO. 458 dengan perubahan)
Keluarga Berencana (KB) adalah suatu perencanaan individu atau pasangan suami istri khusus perempuan untuk :
· Telah dapat melahirkan, segera setelah ia dapat haid yang pertama
· Menunda kesuburan untuk usia < 20 tahun
· Menghentikan kesuburan untuk usia > 35 tahun
· Menghindari resiko paling rendah bagi ibu dan anak pada kehamilan dan kelahiran yaitu antara 20-35 tahun
· Menjarangkan kehamilan (sebaiknya menjarakkan kehamilan 2- 4tahun). (Sarwono Prawirodihardjo, 2005)
Latar Belakang Program Keluarga Berencana Nasional dan Kependudukan di Indonesia
Secara resmi Program Nasional Keluarga Berencana mulai dilaksanakan Kepres No. 8 Tahun 1970 yang dua tahun kemudian disempurnakan Keppres No. 33 tahun 1973. Mengingat laju perkembangan program semakin pesat dan semakin luas jangkauannya maka struktur organisasi ini disempurnakan kembali dengan Keppres No. 38 Tahun 1978, yang mencakup program Kependudukan Keluarga Berencana.
Indonesia sebagai salah satu negara yang sedang berkembang menghadapi masalah yang dewasa ini merupakan masalah dunia, yaitu masalah peledakan penduduk. Khawatir akan masalah ini, pemerintah dan masyarakat menyadari perlunya dilaksanakan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana. Di Indonesia usaha untuk mengatasi pertambahan penduduk mulai dilakukan dengan pelaksanaan Program Keluarga Berencana disertai dengan pemindahan penduduk dari daerah-daerah yang kurang padat penduduknya (transmigrasi)
Ciri-ciri kependudukan di Indonesia :
· Jumlah penduduk yang besar
· Pertumbuhan penduduk yang cepat
· Penyebaran yang tidak merata
· Struktur umur penduduk yang muda
· Tingkat sosial ekonomi yang rendah.
Garis-garis Haluan Negara (GBHN) Tap MPR No. IV/MPR/1978 ditemukan bahwa kebijaksanaan kependudukan perlu dirumuskan secara nasional dan menyeluruh serta dituangkan dalam program-program kependudukan yang terpadu. Kebijaksanaan kependudukan yang perlu ditangani antara lain :
· Pengendalian kelahiran
· Penurunan tingkat kematian, terutama kematian anak-anak
· Perpanjangan harapan hidup
· Penyebaran penduduk yang seimbang dan merata
· Perkembangan dan penyebaran angkatan kerja
Program Keluarga Berencana merupakan usaha langsung yang bertujuan mengurangi tingkat kelahiran melalui penggunaan alat kontrasepsi. Berhasil tidaknya Program Keluarga Berencana akan menentukan pula berhasil tidaknya usaha mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Pertambahan penduduk yang cepat, yang tidak seimbang dengan peningkatan produksi, akan mengakibatkan kegelisahan dan ketegangan-ketegangan sosial dengan segala akibatnya yang luas.

Program Keluarga Berencana di Indonesia
1. Program Nasional Keluarga Berencana terdiri dari :
· Pendidikan dan penerangan kepada masyarakat
· Pendidikan dan latihan petugas pelaksana program KB
· Pelaksanaan pelayanan KB yang terdiri dari; nasehat perkawinan, pelayanan kontrasepsi dan pengobatan kemandulan
· Penelitian dan penilaian program
· Pencatatan dan pelaporan

2. Tujuan dan Sasaran Program Keluarga Berencana
a. Tujuan :
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang bahagia, sejahtera yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran, sekaligus dalam rangka menjamin terkendalinya pertambahan penduduk di Indonesia.
b. Tujuan Khusus :
· Penurunan fertilitas melalui pengaturan kelahiran dengan pemakaian alat kontrasespi
· Penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan
· Penurunan angka kematian bayi
· Penanganan masalah kesehatan reproduksi
· Pemenuhan hak-hak reproduksi

c. Sasaran Langsung
· PUS : agar menjadi pasien KB aktif sehingga memberikan efek langsung penurunan fertilitas.
· Sasaran tidak langsung :
- instansi pemerintah (Pemda, Dinkes, Depag, Diknas, Koperasi & UKM, Deptan, dll)
- organisasi kemasyarakatan (PKBI, MUI, LKAAM, Bundo Kanduang, PKK, Dharmawanita, Muhammadiyah, dll)
- organisasi profesi (IDI, IBI, ISFI)
- organisasi pemuda (KNPI, Karang taruna, remaja dll)
- tokoh masyarakat dsb.

3. Ruang Lingkup Program KB
· Kehamilan
· Bayi
· Kanak-kanak
· Remaja
· PUS
· Pasca PUS
· Lansia

4. Manfaat Keluarga Berencana terhadap Pengendalian Penduduk (Bangsa dan Negara)
· Program Keluarga Berencana merupakan salah satu usaha penanggulangan kependudukan yang merupakan bagian yang terpadu dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk turut serta mencipatakan kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia, agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional.
· Manfaat Keluarga Berencana bagi kepentingan nasional adalah meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak serta keluarga dan bangsa pada umumnya.
· Meningkatkan taraf hidup rakyat dengan cara menurunkan angka kelahiran sehingga pertambahan penduduk sebanding dengan peningkatan produksi.

Pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Indonesia berpijak pada dua landasan :
1. Prinsip kepentingan nasional
2. Prinsip sukarela, demokrasi dan menghormati hak azazi manusia.
Karena berpijak pada prinsip sukarela maka usaha yang dilakukan merangsang minat masyarakat terhadap pelaksana Keluarga Berencana. Adapun usaha-usaha yang dilakukan antara lain melalui pendidikan, penyuluhan dan pendekatan medis. Kegiatan penerangan dan penyuluhan ditujukan pada masyarakat umum agar setiap anggota masyarakat memiliki pengertian dan rasa tanggung jawab akan terciptanya keluarga sejahtera dengan menerima norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera (NKKBS).

Perkembangan Program KB di Indonesia
Dua inti pokok mengapa BKKBN di adakan di Indonesia adalah untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia dengan jalan Keluarga Berencana (KB). Jadi dua kata kunci : kualitas manusia dan KB. Kualitas manusia dipengaruhi oleh pendidikan, kesehatan, dan sosial-ekonomi. Pendidikan dapat secara formal di sekolah dan non formal di keluarga dan masyarakat. Kesehatan meliputi kesehatan lahir, spiritual, dan emosional. Kesehatan lahir tergantung pada ketersediaan pangan, sandang dan papan.
Manusia miskin di Indonesia cukup banyak tergantung kriteria mana yang mau di pakai, kriteria BPS, kriteria Bank Dunia atau kriteria yang lain. Dari berbagai kriteria dapat diestimasi jumlah penduduk miskin antara 20- 50 % penduduk Indonesia.
BKKBN sukses sampai tahun 2000. Sejarah sukses ini diakui oleh seluruh dunia. Sukses paling besar adalah bukan hanya kenaikan jumlah penduduk yang dapat dikendalikan, tetapi perubahan budaya dalam menyikapi masalah kualitas hidup keluarga atau kualitas hidup anak.
Tahun 2000- 2020 ini kita memetik hasil dari kerja keras BKKBN Jumlah orang yang produktif cukup besar, usia prareproduktif terkontrol karena angka kelahiran dapat ditekan, sedang usia pasca produktif relatif lebih kecil. Masa inilah kesempatan paling baik untuk membangun negeri ini.


DAFTAR PUSTAKA

FKPP SPK. 1996. Perawatan III “Perawatan Kebidanan yang Berorientasi pada Keluarga”. Bandung
Hartanto, Hanafi. 2003. KB dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Manuaba, Ida Bagus Gde. 2002. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
Prawirodihardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo
http://askep-askeb-kita.blogspot.com/IKLAN3