Showing posts with label Sistem Integumen. Show all posts
Showing posts with label Sistem Integumen. Show all posts

Tinjauan Teoritis: Intoksikasi Insektisida

IKLAN1

INTOKSIKASI INSEKTISIDA

A. Pengertian
Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya.
Istilah peptisida pada umumnya dipakai untuk semua bahan yang dipakai manusia untuk membasmi hama yang merugikan manusia.Termasuk peptisida ini adalah insektisida. Ada 2 macam insektisuda yang paling benyak digunakan dalam pertanian :
1. Insektisida hidrokarbon khorin (IHK=Chlorinated Hydrocarbon)
2. Isektida fosfat organic (IFO =Organo Phosphatase insectisida)
Yang paling sering digunakan adalah IFO yang pemakaiannya terus menerus meningkat. Sifat dari IFO adalah insektisida poten yang paling banyak digunakan dalam pertanian dengan toksisitas yang tinggi. Salah satu derivatnya adalah Tabun dan Sarin. Bahan ini dapat menembusi kulit yang normal (intact) juga dapaat diserap diparu dan saluran makanan,namun tidak berakumulasi dalam jaringan tubuh seperti golongan IHK.
Macam-macam IFO adalah malathion (Tolly) Paraathion,diazinon,Basudin,Paraoxon dan lain-lain. IFO ada 2 macam adalah IFO Murni dan golongan carbamate.Salah satu contoh gol.carbamate adalah baygon.

B. Patogenesis.

IFO bekerja dengan cara menghabat ( inaktivasi ) enzim asetikolinesterase tubuh ( KhE).Dalam keadaan normal enzim KhE bekerja untuk menghidrolisis arakhnoid( AKH ) dengan jalan mengikat Akh –KhE yang bersifat inaktif.Bila konsentrasi racun lebih tinggi dengan ikatan IFO- KhE lebih banyak terjadi. Akibatnya akan terjadi penumpukan Akh ditempat-tempat tertentu, sehingga timbul gejala gejal;a ransangan Akh yang berlebihan ,yang akan menimbulkan efek muscarinik, nikotinik dan SSP ( menimbulkan stimulasi kemudian depresi SSP )
Pada keracunan IFO ,ikatan Ikatan IFO – KhE bersifat menetap (ireversibel), sedangkan keracunan carbamate ikatan ini bersifat sementara (reversible ). Secara farmakologis efek Akh dapat dibagi 3 golongan :
  1. Muskarini,terutama pada saluran pencernaan,kelenjar ludah dan keringat,pupil,bronkus dan jantung.
  2. Nikotinik,terutama pada otot-otot skeletal,bola mata,lidah,kelopak mata dan otot pernafasan.
  3. SSP, menimbulkan nyeri kepala,perubahan emosi,kejang-kejang(Konvulsi ) sampai koma.


C. Gambaran Klinik.
Yang paling menonjol adalah kelainan visus,hiperaktifitas kelenjar ludah,keringat dan ggn saluran pencernaan,serta kesukaran bernafas.
Gejala ringan meliputi : Anoreksia, nyeri kepala, rasa lemah,rasa takut, tremor pada lidah,kelopak mata,pupil miosis.
Keracunan sedang : nausea, muntah-muntah, kejang atau kram perut, hipersaliva, hiperhidrosis,fasikulasi otot dan bradikardi.
Keracunan berat : diare, pupil pi- poin, reaksi cahaya negatif ,sesak nafas, sianosis, edema paru .inkontenesia urine dan feces, kovulsi,koma, blokade jantung akhirnya meningal.

D. Pemeriksaan.
  1. Laboratorik.
    Pengukuran kadar KhE dengan sel darah merah dan plasma, penting untuk memastikan diagnosis keracunan IFO akut maupun kronik (Menurun sekian % dari harga normal ).
    Kercunan akut : Ringan : 40 - 70 %
    Sedang : 20 - 40 %
  2. Patologi Anatomi ( PA ).
    Pada keracunan acut,hasil pemeriksaan patologi biasanya tidak khas.sering hanya ditemukan edema paru,dilatsi kapiler,hiperemi paru,otak dan organ-oragan lainnya.

E. Penatalaksanaan.
  1. Resusitasi
    Setelah jalan nafas dibebaskan dan dibersihkan,periksa pernafasan dan nadi.Infus dextrose 5 % kec. 15- 20 tts/menit .,nafas buatan,oksigen,hisap lendir dalam saluran pernafasan,hindari obat-obatan depresan saluran nafas,kalu perlu respirator pada kegagalan nafas berat.Hindari pernafasan buatan dari mulut kemulut, sebab racun organo fhosfat akan meracuni lewat mlut penolong.Pernafasan buatan hanya dilakukan dengan meniup face mask atau menggunakan alat bag – valve – mask.
  2. Eliminasi
    Emesis, merangsang penderita supaya muntah pada penderita yang sadar atau dengan pemeberian sirup ipecac 15 - 30 ml. Dapat diulang setelah 20 menit bila tidak berhasil.
    Katarsis,( intestinal lavage ), dengan pemberian laksan bila diduga racun telah sampai diusus halus dan besar.
    Kumbah lambung atau gastric lavage, pada penderita yang kesadarannya menurun,atau pada penderita yang tidak kooperatif.Hasil paling efektif bila kumbah lambung dikerjakan dalam 4 jam setelah keracunan.
    Keramas rambut dan memandikan seluruh tubuh dengan sabun.
    Emesis,katarsis dan kumbah lambung sebaiknya hanya dilakukan bila keracunan terjadi kurang dari 4 – 6 jam . pada koma derajat sedang hingga berat tindakan kumbah lambung sebaiknya dukerjakan dengan bantuan pemasangan pipa endotrakeal berbalon,untuk mencegah aspirasi pnemonia.
  3. Anti dotum.
    Atropin sulfat ( SA ) bekerja dengan menghambat efek akumulasi Akh pada tempat penumpukan.
    • Mula-mula diberikan bolus IV 1 - 2,5 mg
    • Dilanjutkan dengan 0,5 – 1 mg setiap 5 - 10 - 15 menitsamapi timbulk gejala-gejala atropinisasi ( muka merah,mulut kering,takikardi,midriasis,febris dan psikosis).
    • Kemudian interval diperpanjang setiap 15 – 30 - 60 menit selanjutnya setiap 2 – 4 –6 – 8 dan 12 jam.
    • Pemberian SA dihentikan minimal setelaj 2 x 24 jam. Penghentian yang mendadak dapat menimbulkan rebound effect berupa edema paru dan kegagalan pernafasan akut yang sering fatal.
lihat artikel selengkapnya - Tinjauan Teoritis: Intoksikasi Insektisida
IKLAN2

MASALAH PADA KULIT WAJAH YANG DAPAT DITANGANI DENGAN DR’SECRET

IKLAN1
MASALAH PADA KULIT WAJAH YANG DAPAT DITANGANI DENGAN DR’SECRET: "

Masalah apa yang bisa diatasi dengan pemakaian dr’s secret?? pasti pertanyaan ini sering muncul dibenak kita saat mau mencoba menggunakan produk ini, apalagi bagi kaum perempuan yang sudah mencoba berbagai produk perawatan wajah namun tidak mendapat hasil yang diinginkan.


Hal penting yang harus dipahami oleh kita semua bahwa produk Dr’s Secret bukanlah produk ajaib yang dapat mengatasi semua masalah karena, ada beberapa masalah kulit diwajah kita sulit untuk diperbaiki apalagi kalau sifatnya sudah menahun.


Masalah kulit wajah yang dapat diatasi dengan produk ini adalah:



  • Jerawat

  • Pigmen

  • Kerutan

  • Dehidrasi

  • Pori-pori besar

  • Kutil


Masalah apa yang tidak bisa diatasi ??



  • Tahi lalat (namun bila masih baru, dan ukuran kecil serta muncul karena aging, masih bisa ditangani)

  • Tanda lahir

  • Bekas cacar menahun (tapi bila baru bisa dihilangkan saat masih hitam-hitam secepatnya menggunakan Dr’s secret asal jangan dikelupas dengan kuku)

  • Pembuluh darah yang terlihat pecah dikulit


Hasilnya akan berbeda-beda pada setiap orang tergantung :



  • Jenis kulit (pada kulit normal akan lebih mudah)

  • Usia (pada usia muda karena proses regenerasi kulit masih baik maka efek yang terlihat jauh lebih baik,oleh karena itu semakin cepat merawat wajah dengan produk yang tepat maka semakin baik), Berkaitan dengan hal ini ada Mitos dan pemikiran yang mungkin perlu dipertimbangkan kembali kebenarannya

  • Kondisi kulit asli (bila kondisi didalam kulit lebih baik maka proses perbaikan lebih cepat)

  • Masalah dasar kulit (semakin banyak masalah pada kulit kita tentusaja butuh waktu lebih lama untuk proses perbaikan

  • Gaya hidup sehat (makanan bergizi, tidak merokok dan selalu memperhatikan kesehatan)


Jenis kulit :



  1. Normal


Cirinya :



  • kulit terlihat halus dan sangat mulus mis : seperti bokong bayi

  • Kenyataannya tidak banyak individu yang memiliki jenis kulit ini apalagi pada orang dewasa

  • Tidak kering

  • Pori-pori tidak terlihat


2. Berminyak



  • pori-pori terlihat/ besar merata diseluruh wajah (bila tidak terlihat dari jarak jauh dapat diamati dengan lebih dekat lagi

  • terlihat berminyak merata diwajah

  • terlihat kusam seperti kertas putih terkena minyak

  • banyak komedo

  • banyak jerawat


3. Kering



  • terlihat kering

  • banyak garis-garis halus kerutan diwajah


4. Dehidrasi



  • pori-pori besar

  • terlihat berminyak tapi kering

  • banyak kerut-kerut senyum sedikit saja terlihat kerutan terutama dekat mata

  • terlihat lebih tua dari usianya

  • Untuk melihat gambaran kulit dehidrasi, cuci muka dengan bersih, dan setelah itu jangan pakai apapun, bila terlihat garis-garis halus sekitar mata merupakan indikasi kulit dehidrasi


5. Sensitif



  • terlihat permukaan kulit tipis sampai terkadang pembuluh darah dipermukaan kulit

  • mudah merah


6. Kombinasi



  • terlihat berminyak didaerah T (dahi, hidung, dagu)

  • bagian pipi kering tidak berminyak

  • pada hidung pori-pori besar


7. Courperose



  • terlihat banyak pembuluh darah sampai hidung dan pipi


Untuk problem jerawat


Tipe-tipe jerawat



  1. Komedo


Merupakan pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka/blackhead (berwarna hitam karena teroksidasi dengan udara) atau tertutup/whitehead (terdapat kulit yang tumbuh diatas pori-pori yang berjerawat, sehingga terlihat seperti tonjolan-tonjolan putih dibawah kulit penyebabnya keran sel kulit mati dan produksi kelenjar minyak yang berlebihan)


Factor penyebab munculnya komedo adalah ;



  • Kurang maksimal saat membersihkan wajah (karena sabun wajah yang digunakan tidak mampu mengangkat kotoran yang menempel diwajah)




  • Menggunakan makeup yang cenderung berminyak

  • Penggunaan produk perawatan rambut yang berminyak

  • Kurang discrub untuk mengangkat kulit mati




blackhead



whitehead


Penanganan komedo sangat mudah



  • Hindari penggunaan makeup yang berlebihan (dalam konsep perawatan wajah dr’secret memang sebaiknya kita tidak menggunakan make up seperti bedak dan blush on, karena umumnya kedua produk tersebut pasti mengandung zat lilin sehingga menyebabkan kulit wajah cenderung berminyak)

  • Sering membersihkan wajah dengan sabun lembut 2x sehari tapi mampu membersihkan wajah secara maksimal (penggunaan cleanser dr’ secret sangat bagus karena sesuai dengan PH kulit dan dapat menangkat kotoran dengan baik, bahkan mampu mengangkat make up secara keseluruhan sehingga tidak perlu menggunakan susu pembersih lainnya)

  • Menggunakan scrubbing yang benar-benar bekerja efektif mengangkat kulit tapi tidak mengiritasi (penggunaan miraglo untuk komedo sangat efektif bahkan untuk 2x pemakaian sudah terlihat banyak komedo yang bisa terangkat)

  • Bawa selalu kertas minyak dalam tas anda untuk mengangkat kelebihan minyak diwajah sehingga tidak menempelkan kotoran atau debu (boleh pakai clean & clear)

  • Dapat dibantu dengan menggunakan masker seminggu 1-2 x untuk mengurangi kadar minyak dipermukaan kulit


2. Jerawat biasa


Mudah dikenal karena muncul tonjolan kecil berwarna pink atau agak kemerahan, proses terjadinya jerawat ini karena pori-pori yang tersumbat baik oleh kotoran dan debu ditambah invasi bakteri.


Sumber bakteri yang dapat dengan mudah menempel pada wajah sehingga menyebabkan jerawat adalah :



  • Dari udara yang memang pasti ada, apalagi bila kita banyak beraktivitas di udara terbuka, sudah pasti akan terpapar dengan bakteri

  • Dari kuas make up

  • Dari jari tangan

  • Dari telepon


Kondisi yang dapat memperparah munculnya jerawat ini adalah :



  • Stress

  • Penggunaan Make up yang sering dan berlebihan

  • Ketidakseimbangan hormonal (biasanya jerawat muncul diarea rahang dan dagu) bisa juga muncul saat mestruasi satu atau dua dipermukaan wajah

  • Udara yang lembab

  • Keringat yang berlebihan


Karena factor tersebut diatas membuat tubuh kita memproduksi kelenjar minyak secara berlebihan sehingga menyebabkan kotoran semakin mudah menempel diwajah dan hal itu merupakan media pertumbuhan yang baik dari bakteri yang memang banyak dimana-mana



Penanganan jerawat jenis ini :



  • Hindari stress, berusaha hidup lebih rileks

  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan produksi minyak secara berlebihan

  • Istirahat yang cukup ( 7 – 8 jam sehari)

  • Rajin membersihkan wajah dengan cleanser

  • Jangan menyentuh wajah pada area yang berjerawat

  • Hindari penggunaan make up secara berlebihan

  • Usahakan menjaga kebersihan alat-alat make up

  • Untuk keseimbangan hormonal dapat minum suplemen BCSO (black current seed oil) karena dapat menjaga keseimbangan hormonal dan membuang lemak yang berlebihan dari tubuh.


  • Usahakan tidur cukup dan lebih cepat, namun bila anda memang mengalami kesulitan tidur, atau memang ada sesuatu yang membuat harus bergadang dapat dibantu dengan minum suplemen Phoscho. Dapat memberi nutrisi bagi sel organ hati/liver yang bekerja membuang racun dari tubuh. Mengapa?? malam hari antara pukul 11.00 Wib malam – pukul 04.00 Wib, merupakan waktu istirahat untuk sel liver memperbaiki diri, bila pada jam tersebut kita tidak beristirahat, secara otomatis liver kita juga tidak beristirahat, sehingga menyebabkan waktu untuk perbaikan sel liver itu sendiri terganggu, yang pastinya akan mempengaruhi kemampuan kerja sel liver mendetoks racun dari tubuh kita, akibatnya tubuh akan berupaya membuang racun melalui kulit, itulah makanya pada individu yang sering bergadang cenderung kulit wajahnya terlihat kusam dan berjerawat.



3. Jerawat batu/ jerawat jagung


Merupakan jenis jerawat parah yang menyebar hampir diseluruh wajah, jerawat yang tumbuh sangat besar dan meradang sehingga sangat mengganggu penampilan.


Jerawat jenis ini biasanya factor genetic dari keluarga, karena secara genetic pada individu yang memiliki jerawat jenis ini memang secara alamiah dari dalam.


Kondisi yang memang dimiliki secara genetic meliputi :



  • Kelenjar minyak yang over aktif sehingga membanjiri permukaan wajah tentusaja hal ini menyebabkan debu, kotoran dan bakteri mudah menempel dan berkembang biak yang tentusaja menyebar diseluruh permukaan wajah

  • Pertumbuhan kulit tidak normal sehingga regenerasi kulit lebih lambat, tentu saja hal ini memperlama proses penyembuhan jerawat dan perbaikan kulit pasca jerawat, sehingga sangat beresiko terbentuk scar/ parut

  • Reaksi peradangan yang muncul terjadi secara berlebihan, sehingga jerawat yang hanya sedikit terinfeksi bakteri saja dapat membengkak secara berlebihan, hal ini juga akan memperparah resiko munculnya scar, apalagi bila mempunyai kebiasaan suka memencet jerawat, sudah pasti bekas lukanya akan semakin terlihat



Penanganan untuk jerawat jenis ini selain mengikuti aturan penangan jerawat untuk tipe jerawat biasa seperti diatas maka harus ditambah dengan mengkonsumsi suplemen Zinc karena dapat membantu mempercepat mengeringkan jerawat dengan cara mengurangi efek peradangan, membantu meregenerasi sel sehingga mempercepat pertumbuhan dan perbaikan scar.




Fakta tentang bekas jerawat



  • Bila bekas luka jerawat hanya dilapisan epidermis dan dermis saja maka dengan perawatan yang bagus dalam 3 bulan akan hilang total, karena pada kedua lapisan ini sel-sel kulit aktif beregenerasi

  • Bila bekas jerawat sampai kelapisan hipodermis / subcutan, maka bekasnya tidak hilang karena pada lapisan ini sel kulit tidak beregenerasi

  • Jerawat bisa sulit dihilangkan bila penyebabnya adalah ketidakseimbangan hormonal sehingga harus dibantu suplemen dari dalam untuk menyeimbangkan hormon

  • Jerawat mudah dihilangkan bila penyebabnya faktor dari luar misal : kurang tidur, malas cuci muka sehingga bila dilakukan perawatan dengan DR’s secret maka 1 bulan akan hilang

  • Jangan memaksa mengeluarkan jerawat dengan jari atau alat ektraktor jerawat, karena menyebabkan kerusakan yang parah,

  • Bagi anda yang punya pengalaman memencet jerawat, apalagi yang belum matang, pasti pernah merasakan keras dibagian kulit tersebut tidak lama setelah jerawat dipaksa keluar



Mengapa hal tersebut muncul ??


Saat tindakan tersebut dilakukan maka lapisan lapisan-lapisan kulit dilapisan epidermis saling terbelit yang justru akan menutup lubang keluar jerawat sehingga menutup jerawat, bila itu terjadi tentu saja proses pemulihannya lebih lama karena harus menunggu lapisan kulit yang terbelit tersebut terlepas secara biasa selama 28 hari, belum lagi proses regenarasi setiap lapisan kulit, sehinga memakan waktu sampai dengan 4-6 bulan , namun bisa dipercepat dengan pemakaian Dr’s secret selama 2-3 bulan.



  • Selain itu memaksa jerawat keluar akan menyebabkan rangsangan kelenjar minyak sehingga produksi minyak menjadi meningkat dan hal tersebut merangsang juga pertumbuhan jerawat lagi

  • Saat berjerawat yang paling penting tidak sampai pecah karena dapat menimbulkan luka, sehingga saat cuci muka usahakan membasuh wajah secara pelan dan hati-hati

  • Bila terlanjur luka maka segera keringkan dan hindari jangan sampai langsung terkena air karena basah dan lembab merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme, sehingga timbul infeksi pada luka yang tentu saja menyebabkan proses penyembuhan menjadi lama dan terbentuk parut

  • Ciri-ciri jerawat yang sudah terinfeksi adalah : bengkak, merah dan muncul rasa sakit

  • Bila terlanjur pecah saat mencuci muka maka dapat dioleskan obat jerawat untuk mempercepat keringnya jerawat

  • Acne scar juga bisa muncul akibat facial, karena saat facial pasti dilakukan pemaksaan pengeluaran isi dengan menggunakan alat ektraktor, lalu dibilas dengan spon basah yang pasti dapat mudah timbul infeksi. Tapi mungkin bekasnya masih lebih beraturan dibandingkan dengan melakukan sendiri, seperti perbandingan luka robekan saat melahirkan yang terjadi sendiri, maka pemulihannya akan lebih mudah bila dilakukan oleh tim medis.

  • Jadi yang paling tepat saat berjerawat biarkan saja secara self healing

  • Jadi harus diingat, tidak semua masalah jerawat bisa sembut dengan cepat, sehebat apapun proudk tersebut tetap membutuhkan waktu pemulihan, akan lebih baik kalau dibantu dari dalam, karena masalah yang muncul kalau penyebabkanya dari dalam tubuh kita, pasti harus ditangani juga dari dalam.


Untuk problem flek


Umumnya disebabkan oleh terbakar matahari, apalagi Indonesia merupakan bagian dari negara Asia yang memang lebih banyak mendapat sinar matahari, sehingga resiko terpapar matahari lebih tinggi. Paparan matahari akan mengaktifkan hormone melanosit untuk lebih banyak memproduksi pigmen melanin yang tujuan sebenarnya melindungi sel kulit yang aktif beregenerasi yang terletak dibawah pigmen melanin. Bila tidak dilindungi oleh pigmen melanin maka sel kulit yang aktif beregenerasi tersebut bila sering terpapar dengan sinar matahari akan menjadi sel kanker, dengan demikian semakin banyak kita berada dibawah matahari maka pigmen melanin semakin aktif sehingga muncul warna kehitaman dipermukaan kulit. Oleh karena itu penggunaan sunscreen mutlak diperlukan.


Pigmentasi


ciri-cirinya : aging spot, frekcles, hormonal, bekas jerawat (warna tidak rata)


pada umumnya orang tidak terlalu mempermasalahkan karena pigmentasi masih bisa didempul dengan bedak, tapi lupa bahwa dengan mncoba menutupi, justru melupakan untuk menyembuhkan masalah, belum lagi bahan-bahan kimia dalam bedak yang justru akan semakin memperparah keadaan, akibatnya semakin lama masalah flek akan semakin sulit dihilangkan dan menyebar dengan luas


Prinsipnya : pigmentasi yang muncul/ atau masih berada dilapisan epidermis dan dermis maka akan mudah hilang, tapi bila berasal dari lapisan hipodermis sulit dihilangkan, namun sayangnya flek sering muncul dilapisan hipodermis karena dilapisan ini banyak terdapat kelenjar/hormonal


Ciri-ciri pigmentasi akibat aging spot :



  • Terletak dipermukaan sehingga terlihat jelas karena warna lebih gelap

  • Pertumbuhan dari ukuran kecil namun dengan berjalannya waktu dapat melebar

  • Mudah terangsang oleh faktor luar (matahari, panas saat memasak) dan pertambahan usia

  • Prinsipnya dengan penggunaan dr secret bisa hilang 95% -100%



Ciri-ciri pigmentasi karena freckles:



  • Merupakan titik-titik kecil

  • Berwarna coklat

  • Menyebar/ meluas

  • Penyebab matahari

  • Dengan menggunakan dr’s secret bila sudah lama dapat sampai dengan 50%, bila masih baru atau < 5 tahun dapat hilang diatas 50%, bila < 1 tahun dapat hilang sampai 100%

  • Tingkat keparahannya tergantung dari kadar terpapar matahari (matahari di Eropa berbeda dengan matahari di Bali) walaupun sama-sama terpapar sudah 1 tahun namun dapat menunjukkan hasil perubahan yang berbeda. Bila sangat parah tingkat terpaparnya tidak bisa mencapai 70% walaupun masih 1 tahun



Ciri-ciri pigmentasi karena hormonal/ melasma



  • Saat terlihat langsung besar

  • Berbentuk seperti sarang laba-laba, tidak solid/tidak padat karena aging spot

  • Jauh didalam, sehingga terlihat berbayang

  • Biasanya penyebabnya : pengangkatan organ dalam(indung telur), terdapat mioma, kista, KB dan kehamilan

  • Harus dibantu perawatan dari dalam

  • Tidak bisa hilang dengan laser



Ciri-ciri pigmentasi karena liver spot



  • Berukuran lebih besar dari frekckels

  • Berwarna coklat tua/ merah hati

  • Bila sudah bertahun-tahun maka akan mengelompok berbeda dengan aging spot, mengelompoknya tidak padat tapi seperti bulatan-bulatan kecil



Ciri-ciri pigmentasi karena Skin tag



  • Merupakan aging spot yang muncul 3 dimensi sehingga bila diraba muncul dipermukaan

  • Bersifat mudah hilang

  • Yang membuat aging spot muncul karena hormon yang tidak seimbang

  • Sering muncul saat terkena matahari disebut sproeten



Masalah Penuaan dini


Ciri-cirinya : terdapat garis dehidrasi, kerutan, permukaan wajah bergelombang, kendur dan kering


Pada umumnya orang-orang juga tidak terlalu mempermasalahkan karena munculnya kerutan muncul secara perlahan-lahan, bisanya dimulai dari kering dulu, tapi sekali lagi harus diingat dengan menutupi tidak akan menagatsi masalah, karena proses itu sendiri akan terus berjalan.


Cara mudah mengamati munculnya penuaan dini adalah :



  • Dapat dilihat pada garis-garis senyum

  • Dorong pipi anda keatas dengan dengan jari, bila muncul banyak garis-garis menunjukkan anda sudah mulai mengalami penuaan dini

  • Garis-garis tersebut bila dibiarkan akan menjadi kerutan

  • Mudah muncul pada kulit kering karena sel kulit akan mudah mati akibat kekurangan cairan

  • Bila munculnya dilapisan epidermis hanya terlihat dalam bentuk garis-garis halus sehingga masih mudah dihilangkan

  • Bila berasal dari lapisan dermis muncul garis lebih dalam dan keriput masih bisa dihilangkan dengan perawatan luar secara intensif yang mampu memicu pembentukan elastin dan kolagen, lebih cepat bila dibantu suplemen dari dalam


Harus diingat bahwa dibagian dermis terdapat elastin dan kolagen yang terangkai seperti net/ jaring yang mampu menopang kulit, bila net rusak maka kemampuan menopang kulit berkurang



  • Bila berasal dari lapisan hipodermis : terlihat permukaan kulit bergelombang sehingga tidak ada harapan untuk menghilangkan dengan perawatan dari luar

  • Ciri-ciri kulit bergelombang paling mudah dilihat dibagian pipi dari samping, karena pipi sangat berat dibutuhkan penompang yang kuat, bila penompang lemah maka otot dibagian pipi akan jatuh dan turun sehingga terlihat bergelombang



Tergantung bedak


Ciri-cirinya : kusam, berkerak/ bersisik karena proses metabolisme kulit tidak berjalan dengan baik dan banyaknya sel kulit mati yang tertumpuk dipermukaan


Masalah lain-lain seperti : Mata panda, selulit dan strectmark (sulit karena masalahnya dilapisan kulit hipodermis)


Untuk memaksimalkan proses pemakaian dr’ secret apalagi bagi individu yang memiliki jerawat dan flek anjurkan konsumen untuk :


a. Mengikuti manajemen minum air putih seperti dibawah ini:



  • 2 minggu pertama minum air putih 2 gelas pada saat segera setalah bangun pagi dan dalam kondisi perut kosong

  • Cara minumnya dilakukan dengan cepat tujuannya adalah untuk membilas kotoran dan membuang racun dari tubuh yang terbentuk saat kita tidur

  • Selanjutnya setelah 2 minggu setiap pagi dalam perut kosong minum 1 gelas saja

  • Usahakan minum minimal 8 gelas sehari atau 2,5 liter yang penting cara minumnya harus tepat agar tidak terjadi penumpukan air ditubuh, cara yang tepat untuk minum :

    1. Usahakan tiap 2 jam sekali minum air putih 1 gelas

    2. Jangan minum sedikit-sedikit, misalnya tiap 15 menit 1 teguk (karena dapat menyebabkan air tidak dibuang dengan sempurna dan sangat membebani ginjal)

    3. Saat makan sebaiknya mengunyah dengan pelan dan jangan mendorong makanan dengan minum, usahakan minum ½ jam setelah makan karena bila diminum saat makan maka akan mengganggu proses pencernaan makanan, boleh minum sedikit begitu selesai makan

    4. Jangan minum air diatas jam 11 malam karena akan membuat ginjal bekerja pada malam hari, padahal pada jam tersebut ginjal harus beristirahat, sehingga dapat menyebabkan ginjal bekerja tidak maksimal




2. Usahakan rajin mengkonsumsi sayur dan buah minimal 3 porsi sehari


3. Usahakan membilas wajah dengan air mineral (hal ini pertimbangan dengan kebersihan air)


4. Tidak boleh menahan buang air besar , lakukan minimal 1 x sehari


Penjelasannya sebagai berikut :


Usus


Paling penting karena kita mempunyai usus yang sangat panjang kurang lebih 12 meter, terdiri dari usus kecil tempat proses penyerapan utama makanan dan usus besar proses penyerapan terbesar air. Setiap hari usus kita dilalui oleh berbagai jenis makanan yang akan diserap dan akan dibuang, tentusaja hal ini menyebabkan proses penempelan makanan di sepanjang usus pasti terjadi setiap hari, apalagi didukung secara anatomis usus kecil kita terdiri dari ribuan villi-villi dan setiap villi terdiri dari mikrovilli yang merupakan lekukan-lekukan dan tonjolan-tonjolan dipermukaan usus untuk proses penyerapan makanan, namun pernahkan anda berfikir bagaimana bila makanan yang menempel tersebut semakin lama semakin menebal tanpa kita dapat membersihkannya, sekarang coba bayangkan dalam sehari saja anda tidak menyikat gigi padahal anda sudah mengunyah makanan seharian, bagaiman kotor dan baunya mulut dan gigi anda sehingga kita otomatis menyikat gigi kita minimal sehari 2-3 kali, bahkan terkadang kita dapat melihat plak/kerak keras yang berwarna hitam menempel pada akar gigi, merupakan sisa makanan yang sudah tertahan dibagian tersebut selama berhari-hari atau berbulan-bulan dengan bantuan flora normal yang ada dimulut kita terjadilah proses penguraian lama kelamaan semakin menempel dan mengeras.


Seperti itu jugalah proses yang terjadi diusus selama bertahun-tahun, tentu sangat tidak terbayangkan bagaimana kotornya usus kita. Anda harus ingat bahwa tidak semua makanan yang sudah dicerna diserap oleh tubuh kita, karena yang mampu diserap oleh tubuh untuk masuk kepembuluh darah hanyalah makanan yang sudah dalam molekul yang sangat kecil, sehingga sisa ampas akan tetap tertinggal diusus yang nantinya akan dibuang melalui usus besar dan colon untuk menjadi feces (kotoran) yang harus dibuang setiap hari.


Proses pembuangan kotoran/feces akan mudah bila anda memiliki pergerakan/peristaltik usus yang baik, dan cairan yang sangat memadai sehingga kotoran menjadi lunak dan berjalan dengan lancar, tapi bagaimana bila anda termasuk orang yang mempunyai pola hidup yang tidak sehat seperti kurang mengkonsumsi sayuran dan buah, kurang berolah raga serta kurang minum ?? sudah pasti proses pembuangan feces akan terhambat bahkan cenderung tertahan diusus besar (colon) berhari-hari, itulah mengapa terkadang kita BAB tidak setiap hari. Sementara itu dibagian colon proses penyerapan air secara alami terjadi 90% dan bila dibagian tersebut terdapat kotoran yang sangat…sangat kotor, maka sudah dapat anda bayangkan air apakah yang diserap oleh tubuh kita sendiri, ya..tentu saja air dari sisa kotoran yang mengandung racun-racun, mau tahu buktinya!!! saat anda tidak BAB sehari saja bukankah kepadatan kotoran anda pada 2 hari berikutnya menjadi keras, itu karena kandungan cairan dalam kotoran tersebut sudah diserap oleh tubuh anda


Sekarang bisa anda bayangkan bila cairan yang berasal dari kotoran tersebutlah yang mengisi sel-sel tubuh kita termasuk sel kulit, mungkin anda harus tahu air yang diserap dari colon menuju pembuluh darah maka akan menempati dan mengisi pembuluh darah itu sendiri, mengisi celah-celah anter sel dan menempati ruang didalam sel dengan komposisi cairan dalam tubuh 60%-80%, termasuk mengisi sel kulit wajah kita, sudah pasti wajah anda akan terlihat kusam, kotor dan cenderung berjerawat, karena tentu saja air yang dibawa kesel kulit mengandung racun yang seharusnya dibuang dari tubuh.


Cairan sangat penting bagi semua proses yang berlangsung dalam tubuh, terutama untuk keberlangsungan pengangkutan makanan dan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel tubuh karena itulah kita sangat membutuhkan cairan, tubuh kita akan berupaya keras mendapatkan cairan yang cukup dengan cara apapun, bahkan mengambil cairan dari sisa-sisa kotoran yang masih ada dalam tubuh kita sekalipun. Untungnya keadaan tersebut dapat diamati pada bagian tertentu dari wajah kita, dibagian manakah kita dapat melihat ??


dibagian dagu, silahkan sekarang anda mengamati dagu anda sendiri apakah terlihat kotor, kasar dan cenderung berjerawat ??? maka usus besarlah penyebabnya,


puncak hidung anda, apakah terlihat kasar, kotor, sering berjerawat, berkomedo, berpori-pori besar serta berminyak bahkan berbentuk seperti disengat lebah?? ditambah lagi bila anda sering kembung maka menunjukkan ada gangguan diusus kecil. Bahkan bisa juga diamati dari bentuk tubuh anda sendiri, bila saat ini anda gemuk, namun terlihat tidak proposional, atau tidak bagus, dan bila kurus terlihat sangat ceking menunjukkan ada masalah dengan penyerapan diusus kecil.


Bagaimana kalau selama ini anda merasa tidak ada kesulitan membuang air besar dan lancar setiap pagi, apakah itu normal ?? belum tentu bila timbul rangsang BAB setelah perutnya diisi oleh makanan (karena dengan pengisian perut menjadi penuh baru kontraksi usus terangsang) atau mudah BAB kalau tergantung pada olinya yaitu sayur dan buah, atau dapat BAB setiap hari namun dengan ukuran yang kecil-kecil dan berwarna kuning gelap maka tetap tidak normal, mengapa?? Karena berarti masih ada sisa yang banyak tertinggal didalam dan proses penguraian tidak efektif. Coba kita lihat bayi dapat BAB dengan lancar setiap hari meskipun hanya makan sedikit tapi dapat BAB dalam ukuran yang cukup besar, itu karena pada bayi ususnya masih bagus karena masih banyak terdapat lendir dipermukaan usus serta mikroorganisme yang menguraikan kotoran masih adekuat sehingga menyebabkan feces tidak menempel dipermukaan usus, dan tidak membentuk kerak, namun pada orang dewasa faktor makanan seperti daging menyebabkan lendir berkurang


Lalu bagaimana solusinya ????


Apakah anda pernah mendengar atau membaca tentang program pembersihan usus?? istilahnya colon cleansing hydroterapy yaitu dengan cara mengalirkan air steril 5-10 cc melalui anus kedalam colon menggunakan alat khusus dan didiamkan 1-3 menit. Air tersebut akan membuat kotoran menjadi lunak dan melepaskan kotoran yang menempel pada dinding usus. Air juga akan merangsang kontraksi usus sehingga akan mendorong seluruh isi usus keluar melalui selang air tertutup. Proses tersebut akan diulang-ulang beberapa kali sampai usus benar-benar bersih. Namun hal ini harus dilakukan diklinik khusus, sehingga anda juga harus punya waktu khusus, tentu butuh biaya yang besar dan anda harus merasakan ketidaknyamanan, karena melalui proses memasukkan sejenis cairan melalui anus anda.


Namun program detox juga dapat dilakukan sendiri dirumah dengan tidak menganggu aktivitas anda sehari-hari, bahkan disamping membersihkan usus, bila digunakan secara teratur dapat menurunkan berat badan secara pasti, dijalani sendiri dengan santai selama 20 hari tanpa gangguan kenyamanan, namun hasil yang didapat sangat efektif, untuk membuktikannya sebelum mencoba anda dapat menimbang berat badan anda setelah 3 hari anda dapat menimbang ulang maka akan terlihat penurunan berat badan sebanyak 3 kg, mengapa 3kg itulah hasil penumpukan kotoran selama bertahun-tahun diusus kita yang panjangnya 12 m, dan bukan hanya itu dalam 3 hari pertama feces anda akan berwarna sangat hitam dan sangat berbau serta frekwensi BAB lebih dari 1 x, semua itu menunjukkan keberhasilan kerja dari program detok tersebut. Warna hitam dan bau yang sangat menyengat dalam 3 hari pertama merupakan pengangkatan kerak-kerak makanan yang sudah menempel dan sangat membusuk selama bertahun-tahun.


Hasil riset menunjukkan 30-40 orang setelah detok akan mengalami penurunan BB 3 Kg, pada vegetarian turun 1 kg


Cara mudah mendeteksi seseorang yang sering mengalami gangguan pada usus besar maka : dapat diamati pada perut bagian bawah, walaupun kurus terlihat membesar, bila membesar pada perut bagian atas merupakan hasil penumpukan lemak dan air.


Bila BAB tidak lancar dan untuk pertama sekali detok selama 1 bulan, berikutnya karena sudah bersih dapat dilakukan 1 minggu selama 2-3 x atau tiap bulan selama 10 hari


Bila kerak sudah terlalu tebal (sudah minum plum delite 2 dan minum air putih banyak tapi tidak memberikan efek)


Hasil setelah detok akan menampilkan kecerahan pada wajah dan pasti jerawat nakal disekitar dagu dan hidung otomatis akan hilang


Jadi sangat dianjurkan mengkonsumsi plum delite, cara detox saluran pencernaan yang mudah dan efektif serta dapat membantu membuang lemak dari tubuh kita


Isinya 30 buah dapat dimakan pada siang hari setelah makan siang





"
lihat artikel selengkapnya - MASALAH PADA KULIT WAJAH YANG DAPAT DITANGANI DENGAN DR’SECRET
IKLAN2

LIPOMA - BENJOLAN LEMAK

IKLAN1

LIPOMA - BENJOLAN LEMAK

Umum dijumpai, termasuk tumor jinak yang berasal dari jaringan lemak. Benjolan lunak, berwarna kuning terang dan disekelilingi oleh kapsul yang tipis. Umumnya dapat digerakkan dari dasar dan tidak disertai nyeri. (nyeri timbul jika lipoma di tekan dan di pijat). Pertumbuhannya lambat dan tidak pernah mengalami perubahan menjadi ganas (meskipun type tumor ganas liposarkoma juga berasal dari jaringan lemak). Kebanyakan berukuran kecil meskipun dapat membesar dengan diameter lebih dari 6 cm.
Ada beberapa macam lipoma yang dijumpai, seperti tipe Subkutaneus superfisial. ,Deep intramuscular, Spindle cell lipoma, Angiolipoma benign lipoblastoma, Lumbosacral lipoma, Diffuse lipomatosis, Lipoma of tendon sheath, nerves, synovium, periosteum, lumbosacral area atau tempat lain yang letaknya lebih dalam / deeper seperti pada jantung, otak dan paru-paru.
Lipoma timbul tidak selalu karena faktor keturunan, meskipun bisa tampak seperti multipel lipomatosis herediter. Beberapa dokter percaya bahwa timbulnya lipoma biasanya dipicu dengan trauma kecil pada daerah ybs (minor injury). Tidak ada korelasi antara pertumbuhan lipoma dengan kelebihan BB (over weight)

Biasanya tidak memerlukan pengobatan, kecuali jika menimbulkan rasa nyeri, mengganggu pergerakan dan secara kosmetik memberikan rasa tidak nyaman.
Jika kapsul tidak secara keseluruhan terangkat, Kadang-kadang setelah pembedahan lipoma dapat timbul kembali (angka kekambuhan kurang dari 5 %). Lipoma dapat diambil dengan cara pembedahan (eksisi), atau liposuction.
Liposuction biasanya diperuntukkan untuk lipoma ukuran besar. Menghasilkan bekas sayatan luka operasi yang minimal / sangat kecil tapi tidak dapat mengangkat keseluruhan kapsul lipoma sehingga dapat menyebabkan kekambuhan (lipoma tumbuh kembali).

SETELAH OPERASI
1. Rasa nyeri akan timbul untuk beberapa hari. Tergantung banyak hal misalnya lokasi lipoma, ukuran lipoma, keadaan umum pasien secara keseluruhan.
2. Luka tidak boleh kena air minimal 7 hari (bisa lebih lama tergantung proses operasi yang dilakukan – Dokter akan menjelaskan)
3. Pada lipoma yang cukup besar dan letaknya dalam diperlukan pemasangan drain / selang pada luka operasi untuk mengalirkan sisa-sisa bekuan darah post op. Drain/selang akan dicabut oleh dokter.
4. Pencegahan agar tidak terjadi infeksi luka operasi, jaga agar kondisi luka tetap kering. Minum obat yang diberikan Dokter teratur, kontrol luka untuk ganti verband ke poli Bedah.
5. Daerah yang di lakukan operasi tetap mobilisasi / melakukan aktifitas seperti biasa, jika terjadi pengecualian dari hal-hal diatas Dokter akan menjelaskan.


Ada yang ingin berbagi soal Lipoma ?
Blog ini khusus buat mereka-mereka yang dalam waktu dekat ini berurusan dengan dokter bedah, akan menjalani pembedahan, mempunyai kerabat/saudara yang mau menjalani pembedahan atau buat mereka yang pengen tauk soal bedah .... juga buat pemerhati Ilmu Bedah ... mangkanya ditunggu dong komentarnya ....
"
lihat artikel selengkapnya - LIPOMA - BENJOLAN LEMAK
IKLAN2

(INFEKSI LUKA OPERASI / ILO / WOUND INFECTION

IKLAN1
INFEKSI LUKA OPERASI / ILO / WOUND INFECTION

Infeksi luka operasi dapat terjadi tergantung banyak hal misalnya 1) jenis operasi yang dikerjakan. Pada operasi dengan jenis ‘contaminated’ / yang tercemar – terkontaminasi tentu saja resiko infeksi nya jauh lebih besar dibandingkan jenis operasi ‘bersih’. Contoh, operasi usus buntu dengan kondisi usus buntu yang sudah bernanah, sudah pecah tentu resiko infeksi yang terjadi jauh lebih besar dibandingkan operasi usus buntu dalam kondisi usus buntu yang masih baik 2) Lokasi target organ yang dioperasi. Operasi yang target organnya berada di rongga perut kemungkinan terjadinya infeksi lebih besar dengan operasi yang dilakukan di luar rongga perut. Operasi pada daerah anus juga berbeda dengan operasi pada daerah tubuh yang lain. 3) Tehnik operasi yang dilakukan. Pada tehnik operasi yang menghasilkan paparan luas, seperti sayatan tengah rongga perut (sayatan median pada jenis operasi laparatomi eksplorasi) tentu resiko infeksi yang terjadi jauh lebih berat dibandingkan sayatan pada pinggir kanan bawah perut (mis pada kasus hernia / usus buntu). Tehnik operasi dengan laparoskopi akan memberikan resiko infeksi yang kecil karena tidak melibatkan banyak otot-otot dan bagian tubuh lain yang harus ‘dirusak’. 4) Adanya penyakit lain yang menyertai. Pasien dengan operasi usus , jika ia juga memiliki penyakit lain seperti TBC, DM / kencing manis, malnutrisi dll maka penyakit-penyakit tersebut tentu saja amat sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh sehingga akan mengganggu proses penyembuhan luka operasi. Selain itu, jika ditemukan lebih dari satu penyakit yang harus dilakukan operasi pada saat bersamaan, misalnya selain menjalani operasi angkat batu empedu / kolesistektomi pasien juga menjalani operasi angkat usus buntu yang meradang / apendisitis, maka komplikasi operasi (termasuk infeksi) yang terjadi dapat lebih besar 5) Keadaan pasien secara umum. Inilah pentingnya pemeriksaan lab dan ronsen sebelum operasi dilakukan. Meskipun demikian pada operasi-operasi yang bersifat emergensi, jika keadaan umum pasien kurang baik (misalnya Hb rendah, demam, nilai-nilai tertentu dari lab yang menurun dari normal), maka operasi tetap dilakukan sambil tetap mengkoreksi keadaan umum yang kurang baik tadi. 6) Kompetensi / kemampuan Dokter Bedah yang melakukan operasi. Jika memang kasusnya harus dilakukan operasi, pilihlah Dokter Bedah yang telah memiliki kompetensi. Beberapa kasus di daerah, ada seorang dokter umum kedapatan sering melakukan tindakan sesar / membantu persalinan lewat operasi. Meskipun akses sayatan yang dilakukan adalah benar, tentu saja seharusnya hal tersebut tidak dibenarkan, karena masalah kompetensi tetap harus dipertimbangkan. Begitu juga pada kasus yang teramat sub spesialistis, selayaknya seorang ahli Bedah Umum dapat merujuk pasiennya ke Dokter yang lebih ahli seperti Bedah digestif, Bedah Urologi dsb. 7) Perilaku Pasien, misalnya setelah menjalani operasi wajib KONTROL ke pada dokter Bedahnya. Sewaktu kontrol pasien menerima sejumlah hak, hak untuk dilihat perkembangan luka operasinya, hak mendapat penjelasan mengenai apa saja yang dilakukan untuk membantu memulihkan kesehatannya post operasi, hak mendapat keterangan-keterangan lain berkaitan dengan operasi yang dijalani. Pasien yang “malas “ kontrol karena merasa luka operasi nya sudah sembuh, biasanya akan mengalami komplikasi operasi yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pasien-pasien yang setia mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Dokternya. Pasien yang “setia” ‘pada hanya dengan ‘ dokter Bedahnya yang mengoperasi, biasanya akan mengalami komplikasi operasi jauh lebih sedikit dibandingkan pasien lain yang (misalnya) jika mengalami keraguan pada terapi obat yang diberikan, bukan bertanya langsung pada dokter ybs tapi malah mengikuti saran kerabat, teman yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga jalinlah “persahabatan” yang baik dengan Dokter Bedah yang mengoperasi. Jangan sampai mempunyai rasa sungkan, rasa “tidak enak” jika harus bertanya kepada dokter nya untuk sesuatu yang tidak dan ingin diketahui.
Ada yang punya pengalaman mendapatkan infeksi pada luka operasi ? atau mendapatkan komplikasi lain setelah pembedahan ? Bisa dan sangat boleh sama-sama berbagi disini.
Blog ini khusus buat mereka-mereka yang dalam waktu dekat ini berurusan dengan dokter bedah, akan menjalani pembedahan, mempunyai kerabat/saudara yang mau menjalani pembedahan atau buat mereka yang pengen tauk soal bedah .... juga buat pemerhati Ilmu Bedah ... mangkanya ditunggu dong komentarnya ....
"
lihat artikel selengkapnya - (INFEKSI LUKA OPERASI / ILO / WOUND INFECTION
IKLAN2

STOMATITIS

IKLAN1
STOMATITIS

Anatomi Fisiologi

Jaringan lunak mulut terdiri dari mukosa pipi, bibir, ginggiva, lidah, palatum, dan dasar mulut. Struktur jaringan lunak mulut terdiri dari lapisan tipis jaringan mukosa yang licin, halus, fleksibel, dan berkeratin atau tidak berkeratin. Jaringan lunak mulut berfungsi melindungi jaringan keras di bawahnya; tempat organ, pembuluh darah, saraf, alat pengecap, dan alat pengunyah.
Secara histologis mukosa mulut terdiri dari 3 lapisan, yaitu:
1. Lapisan epitelium, yang melapisi di bagian permukaan luar, terdiri dari berlapis-lapis sel mati yang berbentuk pipih (datar) dimana lapisan sel-sel yang mati ini selalu diganti terus-menerus dari bawah, dan sel-sel ini disebut dengan stratified squamous epithelium.
2. Membrana basalis, yang merupakan lapisan pemisah antara lapisan ephitelium dengan lamina propria, berupa serabut kolagen dan elastis.
3. Lamina propria, Pada lamina propria ini terdapat ujung-ujung saraf rasa sakit, raba, suhu dan cita rasa.
Selain ujung-ujung saraf tersebut terdapat juga pleksus kapiler, jaringan limf dan elemen-elemen penghasil sekret dari kelenjar-kelenjar ludah yang kecil-kecil. Kelenjar ludah yang halus terdapat di seluruh jaringan mukosa mulut, tetapi tidak terdapat di jaringan mukosa gusi kecuali di mukosa gusi daerah retromolar. Disamping itu lamina propria ini sebagian besar terdiri dari serabut kolagen, serabut elastin dan sel-sel fibroblast serta sel-sel daerah yang penting untuk pertahanan melawan infeksi. Jadi mukosa ini menghasilkan sekret, bersifat protektif dan sensitif.
Mulut merupakan pintu gerbang masuknya kuman-kuman atau rangsangan-rangsangan yang bersifat merusak. Mukosa mulut dapat mengalami kelainan yang bukan merupakan suatu penyakit tetapi merupakan kondisi herediter. Pada keadaan normal di dalam rongga mulut terdapat bermacam-macam kuman yang merupakan bagian daripada “flora mulut” dan tidak menimbulkan gangguan apapun dan disebut apatogen. Jika daya tahan mulut atau tubuh menurun, maka kuman-kuman yang apatogen itu menjadi patogen dan menimbulkan gangguan atau menyebabkan berbagai penyakit/infeksi. Daya tahan mulut dapat menurun karena gangguan mekanik (trauma, cedera), gangguan kimiawi, termik, defisiensi vitamin, kekurangan darah (anemi), dsb.
Pada individu tertentu dapat terjadi reaksi alergi terhadap jenis makanan tertentu sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada mukosa mulut, begitu juga dengan faktor psikis dan hormonal. Ini semua dapat terjadi pada suatu gangguan mulut yang disebut “stomatitis”.


Pengertian
Stomatitis aphtosa atau sariawan adalah radang yang terjadi di daerah mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan dengan permukaan yang agak cekung, bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun kelompok. Stomatitis aphtosa atau sariawan atau dalam bahasa kerennya oral thrush merupakan penyakit yang diakibatkan dengan adanya jamur pada mulut dan saluran kerongkongan. Jamur yang sekarang kebih dikenal dengan sebutan Candida albicans bukanlah jamur yang aneh dan berbahaya. Hampir di setiap jengkal tubuh kita mengandung jamur ini termasuk di daerah mukosa mulut dan alat kelamin, namun adanya jamur ini tidak menimbulkan keluhan yang berarti. Dulu jamur ini lebih dikenal dengan sebutan Jamur Monilia. Jamur ini sering menimbulkan keluhan dikarenakan daya tubuh manusia (imuno) yang menurun sehingga pertahanan terhadap jamur dan bakteri lainnya berkurang. Keadaan seperti ini biasanya terjadi setelah pemberian antibiotic dalam jangka panjang, infeksi virus pada saluran pernapasan, iritasi pada mulut akibat adanya pemasangan gigi palsu, kawat gigi; diabetes, HIV, kanker serta pemberian pengobatan dengan kortikosteroid dan penyakit imunodefisiensi (berkurangnya daya tahan tubuh). Dengan demikian penyakit yang ringan pada mulut ini bisa mengindikasikan penyakit yang lebih berat, oleh karena itu jangan pernah meremehkan penyakit sariawan ini. Meski penyakit ini tidak begitu berat namun tetap saja keberadaan penyakit ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.

Stomatitis adalah peradangan pada mukosa (lapisan lendir) mulut yang bisa mengenai mukosa pipi, bibir dan langit-langit. Stomatitis merupakan infeksi yang dapat terjadi secara tersendiri atau bisa merupakan bagian dari penyakit sistemik.

Recurrent aphthous stomatitis (RAS) adalah lesi mukosa rongga mulut yang paling sering terjadi, ditandai dengan ulser yang timbul berulang di mukosa mulut pasien dengan tanpa adanya gejala dari penyakit lain.

Tipe Penyakit
Ada dua tipe utama: stomatitis herpetik akut dan stomatitis aphtosa. Stomatitis tipe herpetik akut biasanya sembuh sendiri, tetapi bisa parah dan pada bayi baru lahir bisa berakibat fatal. Stomatitis aphtosa biasanya sembuh dengan sendirinya dalam 10-14 hari tanpa bekas.
Stomatitis aphtosa ini mempunyai 2 jenis tipe penyakit, diantaranya:
1. Sariawan akut : Bisa disebabkan oleh trauma sikat gigi, tergigit, dan sebagainya. Pada sariawan akut ini bila dibiarkan saja akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.
2. Sariawan kronis : Akan sulit sembuh jika dibiarkan tanpa diberi tindakan apa-apa. Sariawan jenis ini disebabkan oleh xerostomia (mulut kering). Pada keadaan mulut kering, kuantitas saliva atau air ludah berkurang. Akibatnya kualitasnya pun juga akan berkurang. Penyebab dari xerostomia ini bisa disebabkan gangguan psikologis (stress), perubahan hormonal, gangguan pencernaan, sensitif terhadap makanan tertantu dan terlalu banyak mengonsumsi antihistamin atau sedatif.
Secara klinis stomatitis aphtosa ini dapat dibagi menjadi 3 subtipe, diantaranya:
1. Stomatitis aphtosa minor (MiRAS). Sebagian besar pasien menderita stomatitis aphtosa bentuk minor ini. Minor RAS (MiRAS), terjadi lebih dari 80% dari semua kasus RAS yang ditandai oleh ulser bulat atau oval, dangkal dengan diameter < 10 mm dan dikelilingi oleh pinggiran yang eritematus. MiRAS biasanya mengenai daerah-daerah non-keratin seperti mukosa labial, mukosa bukal dan dasar mulut, tetapi tidak mengenai daerah keratin seperti gingiva, palatum atau dorsum lidah. Sebagian besar terjadi pada masa anak-anak. Lesi berulang dengan frekuensi yang bermacam-macam, dalam beberapa waktu 1-5 ulser bisa muncul dan sembuh dalam waktu 10-14 hari tanpa meninggalkan bekas.
2. Stomatitis aphtosa major (MaRAS). Hanya sebagian kecil dari pasien yang terjangkit stomatitis aphtosa jenis ini. Namun jenis stomatitis aphtosa pada jenis ini lebih hebat daripada stomatitis jenis minor (MiRAS). Secara klasik, ulser ini berdiameter kira-kira 1-3 cm, dan berlangsung selama 4minggu atau lebih dan dapat terjadi pada bagian mana saja dari mukosa mulut, termasuk daerah-daerah berkeratin. Stomatitis aphtosa major ini meninggalkan bekas, bekas pernah adanya ulser seringkali dapat dilihat penderita MaRAS; jaringan parut terjadi karena keseriusan dan lamanya lesi. Major RAS (MaRAS), biasa juga disebut periadenitis mucosa necrotica recurrens yang diderita oleh kira-kira 10% penderita RAS. Bentuk lesi serupa dengan minor RAS, tetapi ulser berdiameter > 10 mm, tunggal atau jamak dengan menimbulkan rasa sakit. Demam, disfagia dan malaise terkadang muncul pada awal munculnya penyakit. Sering terdapat pada bibir, palatum molle dan dapat terjadi pada bagian mana saja dari mukosa mulut. Ulser berlangsung selama 6 minggu atau lebih dan sembuh dengan meninggalkan jaringan parut.
3. Herpetiform RAS (HuRAS), terdapat hanya 5-10% dari semua kasus RAS. Nama ini digunakan karena mirip dengan lesi intraoral pada infeksi virus herpes simplex primer (HSV), tetapi HSV tidak mempunyai peran etiologi pada HuRAS atau dalam setiap bentuk ulser RAS lainnya. Bentuk lesi ini ditandai dengan ulser-ulser kecil, berbentuk bulat, sakit, penyebarannya luas dan dapat menyebar di rongga mulut. 100 ulser kecil bisa muncul pada satu waktu, dengan diameter 1-3 mm, bila pecah bersatu ukuran lesi menjadi lebih besar. Ulser akan sembuh dalam waktu 10-14 hari tanpa meninggalkan bekas Ulserasi herpetiformis (HU) Istilah ’herpetiformis’ digunakan karena bentuk klinis dari HU (yang dapat terdiri atas 100 ulser kecil-kecil pada satu waktu) mirip dengan gingivostomatitis herpetik primer, tetapi virus-virus herpes initidak mempunyai peran etiologi pada HU atau dalam setiap bentuk ulserasi aphtosa.
Tanda-tanda dan Gejala
Gejala pada umumnya berupa rasa panas atau terbakar yang terjadi satu atau dua hari yang kemudian bisa menimbulkan luka (ulser) di rongga mulut. Lesi pada mukosa oral didahului dengan timbulnya gejala seperti terbakar (prodormal burning) pada 2-48 jam sebelum ulser muncul. Selama periode initial akan terbentuk daerah kemerahan pada area lokasi. Setelah beberapa jam, timbul papul, ulserasi, dan berkembang menjadi lebih besar setelah 48-72 jam. Lesi bulat, simetris, dan dangkal, tetapi tidak tampak jaringan yang sobek dari vesikel yang pecah. Mukosa bukal dan labial merupakan tempat yang paling sering terdapat ulser. Namun ulser juga dapat terjadi pada palatum dan gingiva.
Bercak luka yang ditimbulkan akibat dari sariawan ini agak kaku dan sangat peka terhadap gerakan lidah atau mulut sehingga rasa sakit atau rasa panas yang dirasakan ini dapat membuat kita susah makan, susah minum, ataupun susah berbicara. Penderita penyakit ini biasanya juga banyak mengeluarkan air liur. Biasanya sariawan ini akan sembuh dengan sendirinya adalam waktu empat sampai 20 hari. Bila penyakit ini belum sembuh sampai waktu 20 hari maka penderita harus diperiksa lebih lanjut untuk menentukan apakah ada sel kankernya atau tidak. Pada stomatitis aphtosa yang berat, dapat digunakan suatu alat pelindung mulut yang bersih dengan pengolesan anestetik lokal dibawah alat tersebut.
Stomatitis herpetik akut diawali dengan mulut yang nyeri tiba-tiba, ludah berlebih, bau mulut, menolak makan, dan demam kadang-kadang tinggi (40-40,6ºC). Puncak terjadinya adalah demam dan rewel yang ditunjukkan dengan lesi (ujud kelainan) mulut dalam 1-2 hari. Lesi awal berupa gelembung isi cairan yang jarang terlihat karena cepat pecah. Lesi sisa berdiameter 2-10 mm dan ditutupi dengan lapisan kuning keabuan. Pada saat lapisan terkelupas, yang tersisa adalah luka. Biasanya terjadi pembesaran kelenjar getah bening sekitar mulut. Fase akut terjadi 4-9 hari dan sembuh sendiri. Nyeri biasanya hilang dalam dua sampai empat hari sebelum luka sembuh sempurna. Jika bayi yang menderita stomatitis menghisap jempolnya, luka bisa menjalar ke tangan.
Pada stomatitis aphtosa luka tunggal atau multipel yang nyeri pada mukosa bibir, pipi lidah dan bawah lidah, langit-langit, dan gusi. Lesi awal ditunjukkan dengan ke-merahan, tonjolan (papul) keras yang cepat erosi menjadi bentuk yang berbatas jelas, luka nekrotik dengan dikelilingi daerah merah. Luka aphtosa kecil berdiameter 2-10 mm dan sembuh spontan dalam 7-10 hari. Luka aphtosa yang besar berdiameter lebih dari 10 mm, sembuh dalam 10-30 hari. Bentuk ke tiga luka stomatitis aphtosa tampak seperti herpes. Bentuk ini ditunjukkan dengan beberapa kelompok lesi 1-2 mm yang bergabung menjadi plak yang sembuh dalam 7-10 hari. Pasien dengan stomatitis aphtosa secara khas mengeluh terbakar, teriritasi dan sedikit bengkak pada lapisan mukosanya. Biasanya daerah yang paling sering timbul stomatitis aphtosa (sariawan) ini pada daerah mukosa pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi serta langit-langit dalam rongga mulut.
Faktor Penyebab

Infeksi virus herpes simpleks primer merupakan salah satu penyakit yang dapat terjadi pada anak-anak, umumnya di bawah usia 3 tahun. Infeksi virus ini menyebabkan demam, lemah dan lesu selama 48 jam, dan ditandai dengan kemerahan pada gusi, gusi dan bibir berdarah, serta sariawan yang banyak dan berkelompok
Selain infeksi herpes primer, infeksi virus lain yang menyebabkan timbulnya sariawan di rongga mulut adalah hand, foot and mouth disease serta herpangina. Seperti halnya infeksi herpes primer, infeksi virus ini dimulai dengan demam dan rasa lemah serta lesu, kemudian muncullah sariawan di langit-langit dan tenggorokan. Umumnya gejala pada anak tidak separah infeksi herpes primer. Pada hand, foot and mouth disease, dapat ditemukan juga bulatan cembung berisi cairan di tangan dan kaki anak. Penanganannya sama dengan infeksi virus herpes primer, dan umumnya sembuh sendiri setelah 10 hari.
Beberapa faktor penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya stomatitis aphtosa , diantaranya:
1. Hal pertama yang harus dipikirkan adalah keadaan gigi bagi si pasien, karena higiene gigi yang buruk sering dapat menjadi penyebab timbulnya sariawan yang berulang.
2. Luka tergigit, bisa terjadi karena bekas dari tergigit itu bisa menimbulkan ulsersehingga dapat mengakibatkan stomatitis aphtosa.
3. Mengkonsumsi air dingin atau air panas.
4. Alergi, bisa terjadi karena kenaikan kadar IgE dan keterkaitan antara beberapa jenis makanan dan timbulnya ulser. Gejala timbul biasanya segera setelah penderita mengkonsumsi makanan tersebut
5. Faktor herediter bisa terjadi, misalnya kesamaan yang tinggi pada anak kembar, dan pada anak-anak yang kedua orangtuanya menderita stomatitis aphtosa.
6. Kelainan pencernaan Gangguan saluran pencernaan, seperti Chorn disease, kolitis ulserativ, dan celiac disease sering disertai timbulnya stomatitis apthosa.
7. Faktor psikologis (stress), diduga berhubungan dengan produksi kortison di dalam tubuh.
8. Gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi). Terbentuknya stomatitis aphtosa ini pada fase luteal dari siklus haid pada beberapa penderita wanita.
9. Pada penderita yang sering merokok juga bisa menjadi penyebab dari sariawan. Pambentukan stomatitis aphtosa yang dahulunya perokok, bebas simtom ketika kebiasaan merokok dihentikan.
10. Jamur, namun biasanya hal ini dihubungkan dengan penurunan sistem pertahanan tubuh (imuno). Berasal dari kadar imunoglobin abnormal. Abnormalitas immunologis atau hipersensitif terhadap organisme oral seperti Streptococcus sanguis
11. Pada penggunaan obat kumur yang mengandung bahan-bahan pengering (misal,alkohol, lemon/ gliserin) harus dihindari.
12. Sedangkan sariawan yang dikarenakan kekurangan vitamin C sangat mungkin terjadi, karena bagi si pasien yang kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan jaringan dimukosa mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek yang akhirnya mengakibatkan sariawan.
13. Kekurangan vitamin B dan zat besi juga dapat menimbulkan sariawan.. Namun kondisi seperti itu dapat diatasi dengan sering memakan buah ataupun makan sayur-sayuran. Penyakit yang menjangkit ini biasanya dapat menyerang siapa saja dan tidak mengenal umur maupun jenis kelamin, termasuk pada bayi yang masih berusia 6-24 bulan.
Pada bayi dan anak terjadinya stomatitis atau sariawan sering disebabkan/dipicu oleh :
• Makanan/Minuman Panas
Mulut bayi belum sekuat orang dewasa. Jadi hati-hati saat membuatkan
makanan/minuman bagi si kecil. Selalu periksa keadaan suhunya; masih kepanasan atau sudah cukup hangat untuk diterima mulut mungilnya. Justru anggapan bahwa susu yang memancar terlalu kencang dari botol bisa memicu terjadinya sariawan ternyata tidak tepat. Kecuali jika susu tersebut bersuhu tinggi. Jadi penyebabnya bukan kekuatan pancarannya tapi, sekali lagi, karena suhu yang panas.
• Traumatik
Yang dimaksud traumatik di sini, mulut anak terluka oleh sesuatu; entah karena gusinya tergigit atau terkena gesekan dot yang terlalu keras. Seperti yang sudah disinggung, kejadian luka pada gusi bayi bisa berkaitan dengan ketidaknyamanan bayi akibat giginya yang baru tumbuh. Antisipasinya, coba berikan ia teether (mainan khusus untuk digigit-gigit) sehingga rasa tidak nyamannya dapat berkurang. Gesekan dot yang berkontur agak kasar dan terbuat dari karet yang keras juga memungkinkan munculnya sariawan. Jadi sebaiknya gunakan dot yang dibuat dari bahan lunak dan lentur seperti dari silikon.
• Zat kimia
Pemakaian obat-obatan yang terlalu lama umpamanya pada bayi yang harus mengonsumsi obat untuk menyembuhkan vlek pada paru-parunya bisa memunculkan sariawan. Zat kimia yang dikandung dalam obat bersifat asam. Bila tersisa di mulut bisa memicu sariawan karena proses pengasaman akan mengundang datangnya bakteri. Untuk itu, sedapat mungkin, setelah meminumkan obat, minumkan bayi air putih sehingga sisa-sisa obat tidak menempel di gusi maupun dinding mulut.
Yang perlu dicermati, faktor makanan/minuman terlalu panas, traumatik, ataupun
zat kimia, merupakan pemicu bukan penyebab. Penyebab utama sariawan adalah virus yang menempel di mulut yang sedang terluka. Ini sangat mungkin terjadi karena banyak virus bertebaran di udara. Nah ketika masuk ke dalam mulut kemudian menempel di luka akan memunculkan sariawan.
Sebenarnya dalam rentang 10-14 hari biasanya sariawan akan sembuh dengan
sendirinya. Namun pada bayi perlu pena- nganan segera karena sariawan dapat
menimbulkan gejala- gejala penyerta (simtomatis) yang membuatnya tidak nyaman.
Bila tidak diobati, memang relatif tidak ada bahaya yang mengancam jiwa bayi.
Masalahnya, sariawan menimbulan nyeri dan rasa yang tidak nyaman. Kalau tidak ditangani, bayi jadi tidak mau makan. Belum lagi ia akan terus-menerus rewel karena nyeri dan perut kosong. Nah, efek lanjutan inilah yang harus diantisipasi.
Jadi jika si kecil menderita sariawan, bawalah ia ke dokter. Biasanya dokter
akan meresepkan beberapa obat untuk menghilangkan gejala-gejala simtomatis.
Misalnya, obat penghilang nyeri yang dirasakan, obat penurun panas untuk mengurangi demam yang bisa muncul akibat rasa nyeri yang diderita, dan lainnya. Yang jelas tidak ada obat untuk menyembuhkan sariawannya karena hingga kini memang belum ada obat untuk itu.
Patofisiologi
Tubuh sebenarnya memiliki pertahanan tubuh alamiah terhadap serangan bakteri. Pertahanan ini disebut dengan sistem laktoperoksidase (LP-system). Sistem ini terdapat pada saliva atau ludah. LP system dapat berfungsi sebagai bakteriostatis terhadap bakteri mulut dan bakteriosid terhadap bakteri patogen jika tersedia ketiga komponennya. Yaitu enzim laktoperoksidase, dosianat, dan hydrogen peroksida (H2O2). Bakteri di dalam mulut dapat berkembang biak tak terkendali karena sistem laktoperoksidase yang merupakan pertahanan alami dalam saliva umumnya rusak. Hal ini dikarenakan seringnya mengonsumsi makanan yang mengandung zat-zat kimia, seperti perasa, pewarna, pengawet, bahkan yang memakai zat pembasmi hama.
Pemakaian deterjen (sodium laurit sulfat) yang berlebihan dalam pasta gigi juga dapat sebagai peneyebab dari rusaknya ludah. Bila dalam pemakaian yang berlebihan atau melebihi toleransi dapat dengan mudah merusak ludah dan menghancurkan sistem pertahanan alami. Tidak hanya itu, pemakaian antiseptik pada obat kumur atau pasta gigi juga dapat merusakkan LP system, sebab antiseptik ini bersifat bakteriosid sehingga dapat membunuh semua bakteri yang berada di dalam rongga mulut, yang dapat mengakibatkan lingkungan mukosa mulut menjadi rusak.
Seperti telah diterangkan bahwa mulut merupakan pintu gerbang masuknya kuman-kuman atau rangsangan-rangsangan yang bersifat merusak. Dilain pihak mulut tidak dapat melepaskan diri dari masuknya berbagai jenis kuman ataupun berbagai pengaruh rangsangan antigenik yang bersifat merusak.
Rangsangan perusak yang masuk sesuai dengan potensinya akan ditanggapi oleh tubuh baik secara lokal atau sistemik. Tanggapan ini dapat berlangsung wajar, artinya tanggapan-tanggapan tersebut secara normal dapat dieleminasi melalui aksi fagositosis. Sebenarnya reaksi tubuh terhadap rangsangan yang merusak itu bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan peradangan tersebut. Tetapi kadang-kadang reaksi jaringan amat berlebih, melebihi porsi stimulusnya sendiri sehingga reaksi pertahanan yang tadinya dimaksudkan untuk melindungi struktur dan fungsi jaringan justeru berakhir dengan kerusakan jaringan sendiri.
Dalam keadaan yang tidak wajar, (Trauma, Stres dll ) terjadi ketidak seimbangan immunologik yang melahirkan fenomena alergi dan defisiensi immunologi dengan efek kerusakan-kerusakan yang menyangkut komponen vaskuler, seluler dan matriks daripada jaringan. Dalam hal ini sistem imun yang telah dibangkitkan untuk melawan benda asing oleh porsi reaksi yang tidak seimbang akhirnya ikut merusak jaringan-jaringan sendiri disekitarnya. Misalnya pelepasan mediator aktif dari aksi-aksi komplemen, makrofag, sel plasma, sel limposit dan leukosit, histamin, serta prostaglandin.
Pencegahan
Dengan mengetahui penyebabnya, kita diharapkan dapat menghindari terjadinya stomatitis aphtosa (sariawan) ini, diantaranya dengan menjaga kebersihan rongga mulut serta mengkonsumsi nutrisi yang cukup, terutama pada makanan yang mengandung vitamin B12 dan zat besi. Selain itu, anda juga dianjurkan untuk menghindari stress. Namun bila sariawan selalu hilang timbul, anda dapat mencoba dengan kumur-kumur air garam hangat dan berkonsultasi dengan dokter gigi dengan meminta obat yang tepat sariawannya.
Ada beberapa usaha lain yang dilakukan untuk mencegah munculnya sariawan. Misalnya, menjaga kesehatan umum terutama kesehatan pada mulut, menghindari luka pada mulut saat menggosok gigi atau saat menggigit makanan, menghindari pasta gigi yang merangsang, menghindari kondisi stress, menghindari makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin, sering mengkonsumsi buah dan sayuran, terutama vitamin B, vitamin C, dan zat besi; serta menghindari makanan dan obat-obatan atau zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada rongga mulut.
Penyakit stomatitis yang disebabkan virus herpes simplek seperti ini biasanya musiman, anak mungkin mendapatkan infeksi dari teman bermain atau teman sekolah. Sebaiknya jauhkan si kakak atau adik supaya tidak tertular.
Pengobatan/Terpi dan Perawatan
Dalam mengatasi sariawan ini, dapat menggunakan beberapa jenis obat, baik dalam bentuk salep (yang mengandung antibiotika dan penghilang rasa sakit), obat tetes, maupun obat kumur. Jika sariawan sudah terlalu parah, bisa digunakan antibiotika dan obat penurun panas (bila sudah kronis disertai dengan demam).
Ada beberapa jenis obat yang dikenal di masyarakat dan bisa membantu meredakan keluhan akibat sariawan. Ada jenis obat berbentuk salep dengan kandungan kortikosteroid yang dioleskan pada luka sariawan. Ada juga obat tetes yang digunakan untuk meredakan sariawan ini dengan gentien violet, perak nitrat, atau obat kumur yang dapat membantu mengurangi rasa sakit pada penderita sariawan. Dan juga pemberian vitamin C atau zat besi dalam dosis tinggi pada penderita sariawan yang kekurangan zat-zat tersebut sering dapat menolong. Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin, akan lebih baik bila diperoleh dari sayuran dan buah-buahan yang merupakan vitamin natural. Mengonsumsi vitamin natural lebih efetif dibandingkan dengan mengonsumsi suplemen. Bila dikonsumsi berlebihan tidak akan merusak tubuh, karena kelebihannya akan dikeluarkan oleh tubuh. Selain itu juga lebih mudah diserap oleh tubuh. Pada penderita sariawan kambuhan yang disertai kecemasan obat (faktor psikologis), pemberian obat dapat disertai dengan obat anticemas untuk mengatasi masalah psikologisnya. Dan jika sariawan sudah terlalu parah, bisa digunakan antibiotika dan obat penurun panas (bila sudah kronis disertai dengan demam).
Pengobatan stomatitis karena herpes adalah konservatif. Pada beberapa kasus diperlukan antivirus. Untuk gejala lokal dengan kumur air hangat dicampur garam (ja¬ngan menggunakan antiseptik karena menyebabkan iritasi) dan peng¬hilang rasa sakit topikal. Pe¬ng¬¬o¬batan stomatitis aphtosa teru¬tama peng¬hilang rasa sakit topikal. Peng¬obatan jangka panjang yang efektif adalah menghindari faktor pencetus.
Perlu diperhatikan pula jangan sampai anak dehidrasi yang antara lain ditandai dengan mulut dan bibir kering, mata cowong, tidak keluar air mata pada saat menangis, tidak kencing dalam enam jam. Terapi penunjang termasuk makanan yang dihaluskan atau cair. Pada kasus yang berat diperlukan cairan intravena dan istirahat tirah baring.
Perawatan yang dilakukan untuk stomatitis antara lain cuci tangan anak dan yang memegang anak sebelum makan atau memberi makan. Beri anak cukup cairan di¬ngin untuk mengurangi rasa sakit, minum susu dapat dengan menggunakan sedotan. Minuman asam misalnya, jus jeruk dan minuman bersoda sebaiknya tidak diberikan. Minuman ini mengakibatkan rasa terbakar di mulut. Makanan lunak mempermudah anak makan, bisa diberikan antara lain yogurt, puding, dan makanan bayi. Bersih¬kan mulut, atau bila bisa kumur sesudah makan.
Perawatan RAS biasanya berupa perawatan suportif. Tujuan utama dari perawatan ini adalah untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan. Obat-obat yang biasa digunakan adalah kortikosteroid topikal, analgesik, dan antimikroba. Untuk kasus ringan dapat diaplikasikan obat topikal seperti orabase. Sebagai pereda rasa sakit dapat diberikan topikal anestesi.
Kasus berat dapat diaplikasikan preparat kortikosteroid topikal, seperti triamcinolon atau fluorometholon (2-3 kali sehari setelah makan dan menjelang tidur). Tetrasiklin obat kumur dan gel dapat mempersingkat waktu penyembuhan ulser. Pada pasien ulser major atau multiple ulser minor yang parah yang tidak responsif terhadap terapi topikal, diberikan terapi sistemik.
Untuk menghindari terjadinya RAS, diantaranya dengan menjaga kebersihan rongga mulut serta mengkonsumsi nutrisi yang cukup, terutama pada makanan yang mengandung vitamin B12 dan zat besi. Selain itu, dianjurkan juga untuk menghindari stres.
Vitamin B12 (kobalamin) adalah vitamin larut air yang sangat penting. Berbeda dengan vitamin larut air lainnya tidak cepat dikeluarkan dalam urin, tetapi dikumpulkan dan disimpan dalam hati, ginjal dan beberapa jaringan tubuh lainnya. Kekurangan vitamin B12 tidak saja terjadi karena asupannya yang kurang. Asupan vitamin lain berlebihan pun dapat mengakibatkan defisiensi B12. Misalnya, karena berlebihan mengkonsumsi vitamin C
Banyak sekali fungsi kobalamin dalam tubuh. Vitamin ini dikenal sebagai penjaga nafsu makan dan mencegah terjadinya anemia (kurang darah) dengan membentuk sel darah merah. Karena peranannya dalam pembentukan sel, defisiensi kobalamin bisa mengganggu pembentukan sel darah merah, sehingga menimbulkan berkurangnya jumlah sel darah merah. Akibatnya, terjadi anemia. Gejalanya meliputi kelelahan, kehilangan nafsu makan, diare, dan murung
Defisiensi berat vitamin B12 potensial menyebabkan bentuk anemia fatal yang disebut Pernicious anemia. Vitamin B12 hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, timbulnya gejala defisiensi berat itu perlu waktu lima tahun atau lebih. Ketika gejalanya muncul ke permukaan, biasanya pada usia pertengahan, defisiensi itu lebih karena penyakit pencernaan atau gangguan penyerapan daripada karena menu yang miskin B12, kecuali bagi yang vegetarian berat
Vitamin B12 berfungsi sebagai pendonor metil dan bekerja sebagai asam folat untuk sintesa DNA dan sel darah merah serta mencegah kerusakan sistem saraf dengan membantu pembentukan mielin pada urat saraf.
Karena berperan dalam melindungi fungsi saraf, defisiensi kobalamin bisa menimbulkan pembentukan sel saraf terganggu, dan mengakibatkan kerusakan sistem saraf. Gejalanya, kehilangan daya ingat dan orientasi, gampang bingung, delusi (berkhayal), kelelahan, kehilangan keseimbangan, refleks menurun, mati rasa, geli di tangan dan kaki, serta pendengaran terganggu.
Sumber utama kobalamin antara lain daging beserta produk olahannya, ginjal, hati, kerang, ketam, kepiting, ikan (salmon, tuna), berbagai makanan laut (seafood) lain, unggas, dan telur. Termasuk susu dan produk olahannya. Sumber lainnya adalah miso (produk fermentasi kedelai, semacam tauco) dan tempe (terutama yang dibuat secara tradisional). Pada tempe buatan pabrik tidak ditemukan kobalamin. Bagi kaum vegetarian yang akan meningkatkan jumlah vitamin B12, dapat makan sereal ataupun susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin dan mineral.
Berdasarkan penelitian dari Ilia Volkov, Inna Rudoy, Roni Peleg dan Yan Press, diperoleh hasil bahwa vitamin B12 dapat digunakan untuk perawatan RAS. Pada penelitian ini, 15 pasien penderita RAS dirawat dengan vitamin B12 selama 4 tahun. Pasien ditanya apakah ulser berulang. Sebelum dilakukan terapi vitamin B12 telah dilakukan penilaian terhadap jumlah darah dan vitamin B12 plasma serta asam folat dapat diperkirakan. Digunakan satu dari dua terapi yang dianjurkan yaitu: (1) Injeksi vitamin B12 IM (1000 mcg per minggu untuk bulan pertama dan kemudian 1000 mcg per bulan) untuk pasien dengan level serum vitamin B12 dibawah 100 pg/ml, pasien dengan neuropathy peripheral atau anemia makrocytik, dan pasien berasal dari golongan sosioekonomi bawah. (2) Tablet vitamin B12 sublingual (1000 mcg) per hari.
Tidak ada perawatan lain yang diberikan untuk penderita RAS selama perawatan dan pada waktu follow-up. Periode follow-up mulai dari 3 bulan sampai 4 tahun.
Hasil dari penelitian tersebut : Sembilan pasien (60%) adalah laki-laki. Usia rata-rata umur 15-86 tahun. Populasi pasien berasal dari etnik heterogen yaitu 8 bangsa Yahudi dan 7 suku Badui.Sebelas dari 15 pasien (73%) dirawat dengan injeksi IM, dalam banyak kasus dihubungkan dengan pertimbangan sosial ekonomi. Hasil dari perawatan dilihat pada tabel 1 dan gambar 4. Sebelas pasien dilaporkan sembuh cepat dari RAS selama perawatan dan empat dilaporkan terjadi pengurangan frekuensi dan keparahan RAS. Dua dari empat pasien tidak melaporkan kesembuhan perawatan dengan vitamin B12 sublingual. Dua pasien lainnya yang dirawat dengan vitamin B12 IM, mempunyai periode waktu sembuh lama (lebih dari 2 bulan). Apabila dua pasien ini mendapat injeksi IM maka ulser tersebut akan hilang sepenuhnya.
Penanganan infeksi virus herpes primer ditujukan untuk menghilangkan gejala dan mengurangi rasa sakit pada anak, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Infeksi virus ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 10-14 hari .Yang dapat Anda lakukan antara lain :
 Memberikan obat penurun panas dan penghilang sakit (misalnya parasetamol yang tersedia di pasaran sesuai berat badan anak, tiap 4 jam),
 Anak yang lebih besar dapat menggunakan obat kumur klorheksidin sedangkan anak yang masih kecil dapat dibantu dengan mengoleskan obat kumur dengan cotton bud.
 Yang paling penting adalah mempertahankan asupan cairan dan makanan anak. Anak umumnya sangat sulit untuk makan. Pastikan untuk sering memberi minum pada anak untuk mencegah dehidrasi, serta memberik makanan berbentuk cair atau sangat lembut.
 Dokter gigi mungkin meresepkan topikal anestesi (obat oles yang menghasilkan rasa baal) untuk dioleskan pada bagian-bagian yang sangat sakit. Jangan berikan salep steroid untuk infeksi virus herpes.
 Apabila anak menolak untuk makan/minum dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, bawalah segera ke dokter.
 Istirahat cukup

Sumber :
http://rsiabunda.blogspot.com/2009/05/stomatitis-pada-anak
http://dokmud.wordpress.com/2009/11/03/stomatitis/
http://nadanashita.multiply.com/revies/item/16
http://www.e-smartschool.com/uot/001/U0T0010117.asp
http://wrm-indonesia.org/content/view/1138/2/
http://id.wikipedia.org/wiki/sariawan
http://askep-askeb.cz.cc/
lihat artikel selengkapnya - STOMATITIS
IKLAN2

Sistem Integumen dan Metabolisme

IKLAN1
A. Sistem Integumen
1. Muka
Pada kedua belah pipi dan hidung menyerupai topeng (topeng kehamilan) Cloasma gravidarum / zwangerschapmasker.

2. Areola Mamae dan Putting susu
Areola Mamae daerah yang warnanya hitam disekitar putting susu, pada kehamilan warnanya akan lebih hitam, daerah sekitar yang biasanya tidak berwarna, sekarang berwarna hitam (secundair areola mamae). Puting susu juga menghitam dam membesar, lebih menonjol.
Payudara secara bertahap mengalami pembesaran Karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah. Pada awal kehamilan, keluar cairan jernih (kolostrum). Pigmen disekitar puting (areola) tumbuh lebih gelap Kelenjar Montgomery menonjol keluar.

3. Linea alba
Garis hitam yg terbentang dr atas symphisis – pusat. Warna lebih hitam, kecuali akan timbul garis baru yg terbentang di tengah-tengah atas pusat ke atas (linea nigra). Pada bagian badan ini kecuali ada hiperpigmentasi adapula yang mirip garis-garis pada kulit (Striae Gravidarum).

Dua macam striae gravidarum :
a. Striae Livide
Garis-garis yang warnanya biru pada kulit (pada primigravida). Striae terjadi karena : ada H yang berlebihan dan ada pembesaran/ peregangan pada jaringan yang menimbulkan perdarahan pada kapiler halus di bawah kulit warna biru. Peregangan kulit ini dapat sembuh dan menimbulkan bekas seperti parut yang berwarna putih, jadi garis yang warnanya biru menjadi putih, karena sudah mengalami peregangan

Striae albicans (pada multigravida).
Biasanya terdapat pada buah dada, perut dan paha. Striae ini kadang-kadang menimbulkan perasaan gatal pada penderita, yang disebabkan adanya peregangan jaringan yang menyebabkan

4. Hiperpigmentasi.
Hiperpigmentasi terjadi karena kelenjar pituitari yang memingkat dan mengeluarkan hormon melanotropin yang dipengaruhi oleh MSH (Melanotropin Stimulating Hormon).

B. Metabolisme
BMR meningkat hingga 15-20% yang umumnya ditemukan pada trimester III. Kalori yang dibutuhkan untuk itu diperoleh terutama dari pembakaran karbohidrat, khususnya sesudah kehamilan 20 minggu ke atas. Akan tetapi bila dibutuhkan, dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan tambahan kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam keadaan biasa wanita hamil cukup hemat dalam hal pemakaian tenaganya. Janin membutuhkan 30-40 gr kalsium untuk pembentukan tulang-tulangnya dan hal ini terjadi terutama dalam trimester terakhir. Makanan tiap harinya diperkirakan telah mengandung 1,5-2,5 gr kalsium. Diperkirakan 0,2-0,7 gr kalsium tertahan dalam badan untuk keperluan semasa hamil. Ini kiranya telah cukup untuk pertumbuhan janin tanpa mengganggu kalsium ibu. Kadar kalsium dalam serum memang lebih rendah, mungkin oleh karena adanya hidremia, akan tetapi kadar kalsium tersebut masih cukup tinggi hingga dapat menanggulangi kemungkinan terjadinya kejang tetani.
Segera setelah haid terlambat, kadar enzim diamino-oksidase (histamine) meningkat dari 3-6 satuan dalam masa tidak hamil ke 200 satuan dalam masa hamil 16 minggu. Kadar ini mencapai puncaknya sampai 400-500 satuan pada kehamilan 16 minggu dan seterusnya sampai akhir kehamilan.Pinosinase adalah enzim yang dapat membuat oksitosin tidak aktif. Pinositase ditemukan banyak sekali di dalam darah ibu pada kehamilan 14-38 minggu.
Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6,5-16,5 kg rata-rata 12,5 kg. Kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Kenaikan berat badan dalam kehamilan disebabkan oleh hasil konsepsi, fetus placenta dan liquor.

1. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan
Secara periodik, Food and Nutrition Board of the National Research Council di Amerika merekomendasikan kebutuhan nutrisi untuk wanita, termasuk yang sedang hamil dan menyusui. Walaupun demikan rekomendasi ini tidak ditujukan untuk diaplikasikan untuk individu, melainkan sebagai patokan kebutuhan dalam populasi, karena individu sudah pasti sangat bervariasi dalam kebutuhannya. Beberapa suplemen vitamin-mineral prenatal dapat menyebabkan pemasukan yang jauh di atas angka kecukupan ini, lebih lagi penggunaan suplemen berlebih yang biasanya dilakukan atas inisiatif pribadi telah meningkatkan perhatian masyarakat akan kemungkinan terjadinya toksisitas dalam kehamilan. Beberapa nutrisi ini antara lain besi, seng, selenium, dan vitamin A, B6, C, and D.

2. Suplemen Vitamin-Mineral Prenatal
Sampai munculnya rekomendasi untuk pemberian asam folat untuk mencegah terjadinya defek tuba neural, hanya besi yang dikenal sebagai satu-satunya zat yang tidak dapat dipenuhi melalui makanan saja dalam kehamilan (Institute of Medicine, 1990). Suplemen harian zat besi sebesar 30 mg direkomendasikan sebagai profilaksis terhadap defisiensi zat besi pada wanita dengan resiko rendah untuk menjadi gizi buruk.
Pemberian suplemen multivitamin-mineral secara rutin tidak dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics and the American College of Obstetricians and Gynecologists (1997), kecuali diet ibu dipertanyakan atau ia berada dalam resiko tinggi terjadi gizi buruk, seperti pada kehamilan multiple, penyalahgunaan zat, vegetarian, penderita epilepsi, dan wanita dengan kelainan hemoglobin. Untuk wanita beresiko tinggi ini suplemen harian multivitamin-mineral dianjurkan dimulai pada trimester kedua. Komposisi yang dianjurkan adalah 30-60 mg besi, 15 mg seng, 2 mg tembaga, 250 mg kalsium, 10 ug (400 IU) vitamin D, 50 mg vitamin C, 2 mg vitamin B6, 300 ug asam folat, dan 2 ug vitamin B12 (Institute of Medicine, 1992).

Kalori
Kehamilan membutuhkan tambahan 80.000 kkal yang lebih banyak terkumpul pada 20 minggu terakhir kehamilan. Peningkatan kalori harian sebesar 300 kkal sepanjang kehamilan dianjurkan oleh National Research Council (1989). Kalori sangat penting untuk pembentukan energi, dan ketika terjadi kekurangan pasokan energi, protein dimetabolisme untuk menghasilkan energi dan bukannya diperuntukkan untuk fungsi pentingnya yaitu pertumbuhan dan perkembangan janin. Kebutuhan fisiologis total selama kehamilan tidak selalu merupakan jumlah dari kebutuhan ketika tidak hamil ditambah peningkatan kebutuhan kalori saat hamil, karena dapat disiasati, sebagai contoh, kebutuhan energi yang terjadi selama kehamilan dapat dikompensasi dengan mengurangi aktivitas fisik (Hytten, 1991).

Protein
Kebutuhan protein pada wanita hamil berasal dari kebutuhan wanita tidak hamil ditambah kebutuhan protein untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel janin, plasenta, uterus dan payudara, serta peningkatan kebutuhan darah maternal. Selama 6 bulan terakhir kehamilan, sekitar 1 kg protein dideposit, kira-kira berasal dari 5-6 gram protein per hari (Hytten dan Leitch, 1971). Asam amino pada ibu hamil mengalami penurunan konsentrasi ornitin, glisin, taurin dan prolin, serta mengalami peningkatan konsentrasi asam glutamat dan alanin.
Sumber protein yang lebih baik berasal dari protein hewani, seperti daging, susu, telur, keju, dan ikan, sebab makanan terrsebut mengandung asam amino dalam kombinasi optimal. Susu beserta produk-produk yang berasal dari susu telah lama diperkirakan sebagai sumber makanan yang hampir ideal, terutama untuk protein dan kalsium, baik untuk wanita hamil maupun menyusui.

Mineral
Secara praktis, semua makanan yang mengandung jumlah kalori yang cukup untuk peningkatan berat badan yang sesuai, mengandung mineral dalam jumlah cukup untuk mencegah defisiensi jika menggunakan garam beryodium.

Zat Besi
Dalam kehamilan, terdapat peningkatan kebutuhan zat besi yang disebabkan oleh peningkatan volume plasma saat kehamilan. Sekitar 300 mg dari zat besi tersebut akan ditransfer ke janin dan plasenta, sedangkan 500 mg yang lain, jika tersedia, akan ditransfer ke massa hemoglobin ibu yang meningkat, hampir semuanya digunakan setelah pertengahan kehamilan. Selama kehamilan, kebutuhan zat besi disebabkan oleh kehamilan dan ekskresi ibu sekitar 7 mg per hari. Sangat sedikit wanita yang memiliki cadangan zat besi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ini, sedangkan asupan sehari-hari jarang yang dapat memenuhi kebutuhan ini, sehingga biasanya diberikan suplementasi zat besi.
Scott dkk (1970) menetapkan bahwa jumlah zat besi yang diperlukan selama kehamilan cukup sebanyak 30 mg dalam bentuk garam besi seperti ferrous glukonat, sulfat atau fumarat yang dikonsumsi secara teratur setiap hari selama paruh kehamilan akhir, akan menyediakan jumlah zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama kehamilan dan untuk melindungi cadangan zat besi yang tersedia. Jumlah ini juga menyediakan kebutuhan zat besi pada masa laktasi. Jumlah ini sebaiknya ditingkatkan sampai 60 sampai 100 mg per hari jika ibu besar, memiliki janin kembar, hamil tua, mengonsumsi suplementasi zat besi secara tidak teratur, atau memiliki hemoglobin yang rendah. Wanita yang sangat anemis yang disebabkan oleh defisiensi zat besi akan merepon baik dengan 200 mg zat besi per hari dalam dosis yang dibagi.

Karena kebutuhan zat besi hanya sedikit meningkat selama 4 bulan pertama kehamilan, selama waktu ini tidak perlu dilakukan suplementasi zat besi. Tidak diberikannya suplementasi zat besi selama trimester pertama kehamilan menghindari risiko bertambah beratnya mual dan muntah selama kehamilan. Konsumsi suplementasi zat besi sebelum tidur nampaknya dapat meminimalkan kemungkinan timbulnya efek samping gastrointestinal.

Kalsium
Wanita hamil memerlukan sekitar 30 gram kalsium, yang sebagian besar didepositkan pada janin selama masa-masa kehamilan tua. Jumlah kalsium tersebut hanya menunjukkan sekitar 2,5 % dari total kalsium ibu, paling banyak terdapat di tulang, dan dapat dimobilisasi untuk pertumbuhan janin. Berdasarkan penelitian Heaney dan Skillman (1971) terdapat peningkatan absorpsi kalsium melalui saluran pencernaan dan retensi yang progresif. Menurut Pitkin (1985), kadar kalsium yang terikat akan msdikit menurun selama kehamilan karena menurunnya kadar albumin, tetapi tidak demikian dengan kadar kalsium yang terionisasi.

Fosfor
Kadar fosfor selama kehamilan tidak banyak mengalami perubahan selama kehamilan.

Seng
Kekurangan seng yang berat dapat menyebabkan nafsu makan yang buruk, pertumbuhan yang kurang optimal, dan terganggunya penyembuhan luka. Defisiensi seng sangat berat menyebabkan dwarfisme dan hipogonadisme. Keadaan ini juga akan menyebabkan kelainan kulit yang spesifik, yaitu akrodermatitis enteropatika, dan dapat pula, pada keadaan yang sangat jarang, menyebabkan defisiensi zinc kongenital yang berat.

Seng dalam plasma hanya mewakili 1% total seng dalam tubuh manusia sementara seng plasma sendiri hampir seluruhnya terikat pada protein plasma maka bila didapatkan konsentrasi seng yang rendah dalam plasma, ini bukan mewakili jumlah sebenarnya dari kandungan zinc dalam tubuh namun hanya mewakili perubahan protein pengikat dalam plasma (Swanson and King, 1983). Bahkan bila konsentrasi seng pada ibu hamil diturunkan namun jumlah “plasma pooling” dalam tubuh bumil tetap tinggi akibat peningkatan volume plasma selama kehamilan.

Goldberg dkk pada tahun 1995 membuat sebuah penelitian dengan memberikan suplemen seng (25mg) pada suatu studi acak yang melibatkan 580 perempuan yang dimulai pada kehamilan 19 minggu. Level seng plasma sedikit namun secara signifikan meningkat pada wanita yang diberikan suplemen. Anak yang dilahirkan wanita yang diberi suplementasi zinc mempunyai berat badan lahir yang lebih tinggi (sekitar 125 g) dan mempunyai lingkar kepala yang sedikit lebih besar (sekitar 4mm). Meskipun tingkat suplementasi yang aman untuk wanita hamil belum jelas namun secara umum dosis pemberian pada wanita hamil adalah sekitar 15 mg.

Iodium
Penggunaan preparat garam beriodium oleh semua wanita hamil direkomendasikan karena kebutuhan bumil meningkat akibat tuntutan janin dan pengeluaran melalui ginjal yang meningkat.
Trend peningkatan konsumsi Iodium dalam kehamilan terjadi akibat beberapa laporan yang menghubungkan hipotiroidisme subklinis pada bumil dengan retardasi mental yang signifikan pada janin(Haddow dkk, 1999).

Defisiensi Iodium yang buruk merupakan factor predisposisi untuk kretinism yang berbentuk gangguan neurologist yang multiple. Di beberapa bagian Cina dan Afrika dimana kondisi ini endemic, suplementasi Iodium di awal kehamilan sangat bermanfaat (Cao dkk,1994). Namun perlu diingat bahwa konsumsi iodium dalam dosis tertentu selama kehamilan dapat menekan fungsi tiroid dan menyebabkan goiter pada janin.

Magnesium
Efek–efek kekurangan magnesium dalam kehamilan hingga kini belum diketahui secara jelas. Namun tidak diragukan lagi bahwa selama periode penyakit kronik dimana asupan magnesium rendah atau tidak ada maka level Mg dalam plasma akan menjadi sangat rendah. Hal ini juga terjadi dalam kehamilan dengan diet yang tidak seimbang.
Beberapa penelitian tentang kekurangan Mg selama kehamilan telah dilakukan. Salah satunya dilakukan Sibai dkk yang melakukan penelitian dengan memberikan 400 primigravida secara acak 365 mg Magnesium dan placebo. Hasilnya akhirnya adalah bahwa tidak ada perbedaan hasil keluar pada janin.

Tembaga
Berbagai enzim yang mengandung tembaga seperti sitokrom oksidase mempunyai peran yang sangat penting dalam berbagai proses oksidatif dalam produksi energi tubuh. Kehamilan sendiri mempunyai efek yang sangat besar pada metabolisme tembaga dalam tubuh yang ditandai dengan peningkatan ceruloplasmin serum dan tembaga dalam plasma. Defisiensi tembaga belum didokumentasikan pada kehamilan dan belum ada studi yang mempelajari asupan tembaga pada wanita hamil secara jelas. Dosis umum yang dipakai adalam sekitar 2 mg tembaga per tablet.

Selenium
Zat ini adalah komponen dasar untuk enzin glutation peroksidase yang mengkatalase perubahan Hidrogen peroksida menjadi air. Selenium adalah komponen penting untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Defisiensinya telah diselidiki di beberapa bagia besar dari RRC dimana ada defisiensi Selenium secara geokimia. Efeknya adalah kardiomiopati pada anak dan wanita pada umur produktif. Namun toksisitas karena suplementasi berlebih juga telah tercatat.

Kromium
Zat ini dipercaya merupakan ko-faktor untuk insulin yang membantu untuk penempelan insulin pada reseptor perifernya. Namun data–data yang berhubungan dengan krom pada wanita hamil sangat sedikit.

Mangan
Zat ini berfungsi sebagai ko-faktor untuk enzyme seperti glycosiltransferase yang berfungsi dalam sintesis polisakarida dan glikoprotein namun defisiensinya pada wanita hamil belum diselidiki.

Kalium
Konsentrasi Kalium pada bumil menurun sebesar 0.5 mEq/L pada trimester kedua (Brown dkk,1986). Rute pengeluarannya antara lain pada mual dan muntah yang dapat bergerak kearah hipokalemia dan alkalosis.

Natrium
Defisiensi pada kehamilan sangat sulit terjadi kecuali bila bumil menggunakan diuretic. Kandungan natrium plasma akan menurun dalam kehamilan namun tidak pada tingkat yang mengkhawatirkan (Brown dkk, 1986).

Fluoride
Pemberian suplementasi fluoride pada bumil sampai saat ini masih dipertanyakan karena tidak ada hasil yang berarti pada anak (Horowitz and Heifetz, 1967).

Vitamin
Kebanyakan bukti yang berhubungan dengan pentingnya vitamin dalam kesuksesan reproduksi didapatkan dari penelitian pada binatang. Beberapa defisiensi yang berat terjadi pada binatang yang tidak diberi vitaman, yang dimulai lama sebelum kehamilan atau dengan memberi antagonis vitamin yang poten. Pemberian beberapa vitamin dalam jumlah berlebih pada binatang hamil menunjukkan efek yang merugikan pada janin.

Asam Folat
Di USA, sekitar 4000 kehamilan mengalami defek pada tube neural dan lebih dari setengah dapat dicegah dengan pemberian tambahan asam folat sebesar 400 ug selama masa kehamilan (Centers for Disease Control and Prevention, 1992).

Vitamin A
Asupan vitamin A pada wanita hamil di USA sudah mencukupi kebutuhan (American College of Obstetricians and Gynecologists, 1998). Suplementasi rutin selama kehamilan tidak dianjurkan. Bahkan ada beberapa laporan kasus toksisitas Vitamin A berlebih (10.000–50.000 IU) yakni pada derivat vitamin A isotretinoin yang ternyata teratogen pada manusia.

Vitamin B12
Level vitamin B12 pada wanita hamil menurun namun masih dalam batas normal pada wanita hamil Karena vitamin B12 hanya didapatkan pada produk hewani maka konsumsi yang rendah pada vegetarian atau keluarga kurang mampu perlu menjadi perhatian.

Vitamin B6
Beberapa penelitian yang berusaha membuktikan keberhasilan suplementasi B6 pada bumil telah gagal (Institute of Medicine, 1990). Dosis umum yang diterima adalah 2 mg.

Vitamin C
Dosis yang direkomendasikan adalam 70 mg/hari atau meningkat 20%. Pada plasma Ibu jumlah vitamin C dapat berkurang namuan pada tali pusat jumlahnya meningkat. Suatu fenomena yang umum ditemukan pada vitamin yang larut dalam air.

SARAN – SARAN BAGI IBU HAMIL
  • Secara umum sarankan ibu hamil untuk memakan makanan yang sesuai selera masing – masing.
  • Pastikan julah konsumsinya cukup terutama pada keluarga dengan keadaan social ekonomi rendah.
  • Pastikan terdapat peningkatan Berat Badan yang baik yakni sekitar 25 – 35 pon untuk wanita dengan BMI normal.
  • Berikan tablet besi sekitar 30 mg perhari dan suplementasi folat terutama pada awal kehamilan.
  • Periksa kadar Hb atau Hematokrit pada minggu 28 – 32 untuk melihat penurunannya
lihat artikel selengkapnya - Sistem Integumen dan Metabolisme
IKLAN2