Showing posts with label emesis gravidarum. Show all posts
Showing posts with label emesis gravidarum. Show all posts

Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I tentang Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas

IKLAN1
KTI D III 3 KEBIDANAN
PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

ABSTRAK
Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Emesis Gravidarum
Di Wilayah Kerja Puskesmas ......... Kecamatan ...............
Kabupaten .......


Emesis gravidarum adalah rasa mual muntah yang terjadi pada kehamilan di trimester I ( 0-12 minggu ) yang terjadi setiap saat dan terus berlanjut sampai dengan usia 14-16 minggu setelah itu berkurang dan menghilang. Angka kejadian mual muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Kondisi ini tidak mempengaruhi janin asalkan sebelum hamil kondisi ibu sehat dan cukup gizi. Namun, bila mual muntah semakin berat dan terus-manerus dapat mengakibatkan kekurangan nutrisi, menghambat serta membahayakan status gizi ibu dan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil TM I tentang emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas ..........
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil TM I yang berada di wilayah kerja Puskesmas ......... Kecamatan ..............., Kabupaten ....... yang meliputi 3 desa yaitu Sumberejo, Nambaan dan Toyoresmi. Dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Dengan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang bersifat tertutup. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan tabulasi dan analisa data.
Dari penelitian ini didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa 15 responden (75%) pengetahuan baik, 3 responden (15%) berpengetahuan cukup dan 2 responden (10%) berpengetahuan kurang. Untuk itu diperlukan informasi/penyuluhan kesehatan pada ibu hamil oleh petugas kesehatan secara berkesinambungan pada setiap kunjungan ANC.
Kata kunci : Emesis Gravidarum, ibu hamil TM I, pengetahuan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kehamilan merupakan keadaan mengandung embrio atau fetal di dalam tubuh setelah penyatuan sel telur dan spermatozoa (Dorland, 2002). Konsepsi dan implantasi (nidasi) sebagai titik awal kehamilan menyebabkan keterlambatan datang bulan serta menimbulkan perubahan rohani dan jasmani. Keterlambatan datang bulan tersebut diikuti dengan perubahan subyektif seperti perasaan mual, ingin muntah, pusing kepala dan nafsu makan berkurang (Manuaba, IBG, 1999 ).
Perasaan mual dan muntah sering dialami ibu yang sedang hamil muda. Angka kejadian mual muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida (Sarwono, 2002). Lacroix, dkk (2000) melaporkan, emesis gravidarum (mual muntah) terjadi 75% pada wanita hamil dan lamanya berlangsung sekitar 35 hari (www.infoibu.com.2005). Menurut Suririnah (2005), hampir 50-90% dari wanita hamil mengalami mual pada trimester pertama (3 bulan pertama kehamilannya). Keluhan mual muntah ini dikatakan wajar jika dialami pada usia kehamilan 8–12 minggu dan semakin berkurang secara bertahap hingga akhirnya berhenti di usia kehamilan 16 minggu (www.tempointeraktif.com/medika/arsip/122002/art-2.htm). Meskipun emesis gravidarum ini sering disebut juga sebagai morning sickness yang artinya sering terjadi pada pagi hari, namun menurut penelitian, 80% dari emesis gravidarum terjadi sepanjang hari (www.infoibu.com.2005).\
Banyak yang mempertanyakan penyebab dari emesis gravidarum ini. Pertanyaan ini dijawab Goodwin, dkk (1994) bahwa penyebab dari emesis gravidarum adalah terjadinya peningkatan kadar hormon dan pengaruh perubahan psikologis yang terjadi selama kehamilan. Peningkatan hormon ini direspon berbeda oleh wanita hamil, sehingga memiliki derajat mual yang berbeda-beda. Ada yang tidak merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan (hiperemesis gravidarum) (www.infoibu.com.2005).
Para peneliti dari Liverpool University menyebutkan bahwa pada awal masa kehamilan, morning sickness seringkali merupakan hari yang sangat menakutkan bagi ibu hamil. Hal itu sering menyebabkan menurunnya nafsu makan dan kurangnya asupan makanan yang sehat, padahal masa tersebut merupakan masa yang penting bagi perkembangan janin. (www.tempointeraktif.com/medika/arsip/122002/art-2.htm). Berdasarkan suatu kajian bahwa 95% wanita yang mempunyai diet yang baik akan mempunyai bayi yang sehat dan dari wanita yang makan gizi buruk hanya 8% mempunyai bayi dengan kesehatan baik (Curtis, G, 2000).
Berdasarkan data kunjungan di ruang BKIA Puskesmas ......... Kecamatan ............... periode bulan Januari – Maret 2008 diperoleh data 166 ibu hamil yang periksa meliputi TM I sejumlah 53 orang, TM II sejumlah 80 orang, dan TM III sejumlah 33 orang. Dari data tersebut terdapat 71 ibu hamil yang mengeluhkan mual muntah yang terdiri dari 53 ibu hamil TM I dan 18 ibu hamil TM II. Sedangkan menurut studi pendahuluan pada waktu pendataan PKL yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas ......... Kecamatan ............... pada tanggal 10-14 Maret 2008 didapatkan data ibu hamil yang mengalami mual muntah di Desa Sumberejo sejumlah 9 dari 33 ibu hamil, Desa Nambaan sejumlah 9 dari 35 ibu hamil dan Desa Toyoresmi sejumlah 8 dari 32 ibu hamil.
Disadari penulis bahwa pengetahuan sangat mendasari terbentuknya tindakan seseorang, karena perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari pengetahuan (Notoatmodjo, S, 2003). Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti gambaran pengetahuan ibu hamil trimester I tentang emesis gravidarum.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut “Bagaimanakah Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas ......... Kecamatan ............... Kabupaten .......?”

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil trimester I tentang emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas ......... Kecamatan ............... Kabupaten ........
1.3.2 Tujuan Khusus
1.3.2.1 Mengetahui pengetahuan ibu hamil trimester I tentang definisi emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas ..........
1.3.2.2 Mengetahui pengetahuan ibu hamil trimester I tentang penyebab emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas ..........
1.3.2.3 Mengetahui pengetahuan ibu hamil trimester I tentang pengaruh emesis gravidarum bagi kesehatan ibu dan janin di wilayah kerja Puskesmas ..........
1.3.2.4 Mengetahui pengetahuan ibu hamil trimester I tentang cara mengurangi dan mengatasi emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas ..........

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Peneliti
1.4.1.1 Menambah wawasan bagi peneliti mengenai pengetahuan ibu hamil TM I tentang emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas ..........
1.4.1.2 Mengembangkan kemampuan peneliti dalam
mengaplikasikan pengetahuan tentang metode penelitian dalam masalah nyata yang ada di mayarakat.
1.4.2 Bagi Tempat Penelitian
Dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk mempertimbangkan dan evaluasi dalam rangka meningkatkan pelayanan asuhan kebidanan khususnya penyuluhan bagi ibu hamil tentang emesis gravidarum.
1.4.3 Bagi Institusi
Sebagai bahan tambahan untuk pengetahuan dan informasi agar dapat mengembangkan penelitian selanjutnya tentang emesis gravidarum dalam konteks yang berbeda.


silahkan download dalam bentuk dokumen word KTI KEBIDANAN
PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
(isi: abstrak, Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran; Daftar Pustaka, kuesioner)
KLIK DIBAWAH
lihat artikel selengkapnya - Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I tentang Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas
IKLAN2

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Emesis Gravidarum di RB

IKLAN1
KTI KEBIDANAN
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I
TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DI RB

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Angka kematian maternal dan neonatal di Indonesia masih tinggi yaitu 307/100.000 kelahiran hidup dan 520/100.000 kelahiran hidup. Untuk menurunkan AKI dan AKB tersebut memerlukan waktu dan upaya. Suatu upaya yang dianggap efektif oleh para pakar adalah menyediakan pelayanan obstetri mungkin kepada ibu hamil dan memastikan bahwa pelayanan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat dan dengan melakukan dan pelayanan kehamilan yang baik atau sering disebut pelayanan antenatal bermutu (SDKI, 2002).
Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan obstetri, salah satunya dengan melakukan pelayanan antenatal care terhadap ibu hamil dengan memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan dengan tujuan agar ibu hamil dapat melewati masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta melahirkan bayi yang sehat. Dengan cara ini AKI dan AKB akan mengalami penurunan karena derajat kesehatan suatu bangsa ditentukan oleh derajat kesehatan ibu dan anak.
Pembangunan kesehatan dilakukan dengan prioritas pada upaya kualitas pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan Indonesia saat ini menerapkan paradigma sehat yaitu dengan cara pengutamaan usaha promotif dan preventif dalam proses kehamilan, karena resiko kehamilan bersifat dinamis karena ibu hamil yang pada mulanya normal secara tiba-tiba dapat menjadi resiko yang tinggi.
Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus agar dapat berlangsung dengan baik demi tercapainya persalinan yang aman dan melahirkan bayi yang sehat dengan harapan dapat menekan AKI dan AKB,, kehamilan dimulai dari tuanya. Kehamilan-kehamilan dapat dibagi dalam 3 bagian, yaitu triwulan I (0-12 mg), triwulan II (12-28mg) dan triwulan III (28-40 mg). Dalam 3 triwulan tersebut terjadi perubahan-perubahan dalam tubuh ibu (Sarwono, 2002).
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang sering terjadi pada 60-80 % Primigravida dan 40-60 % Multigravida. Mual biasanya terjadi pada pagi hari tetapi dapat pula timbul setiap saat pada malam hari. Rasa mual biasanya dimulai pada minggu-minggu pertama kehamilan dan berakhir pada bulan keempat. Namun sekitar 12 % ibu hamil masih mengalaminya hingga 9 bulan (kehamilan yang menyenangkan : 31)
Penyebab mual dan muntah ini bermacam-macam antara lain karena adanya perubahan hormon dalam tubuh, psikologis, sampai gaya hidup. Pola makan yang buruk sebelum maupun pada minggu-minggu awal kehamilan, kurang tidur atau kurang istirahat dan stres dapat memperberat rasa mual dan muntah. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa mual meskipun tidak dapat dihilangkan sama sekali, misalnya dengan mengkonsumsi makanan seimbang, cukup bergerak dan cukup istirahat. Oleh karena itu calon ibu diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai mual agar ibu dapat menentukan sikap untuk mengatasi masalahnya pada awal kehamilan sehingga tidak terjadi komplikasi kehamilan yang dapat mengganggu kehamilan selanjutnya (Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan :58)
Bidan dalam melakukan pelayanan ANC hendaknya selalu memberikan penjelasan dan motivasi mengenai keluhan yang dirasakan ibu hamil termasuk didalamnya emesis gravidarum. Karena masih banyak ibu hamil yang tidak mengetahui cara mengatasi mual dan muntah yang dialaminya.
Dalam penelitian ini dibatasi oleh pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengaruh dan penanganan emesis gravidarum.
Di RB .................................... selama bulan Januari 2010 terdapat 38 orang ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya ke RB tersebut. Dari 10 ibu hamil trimester I yang disurvey 6 diantaranya mengalami emesis gravidarum.
Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian "Gambaran pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang emesis gravidarum di RB ....................................".

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dari survey terhadap 10 orang ibu hamil trimester I terdapat 6 orang yang mengalami mual dan muntah (emesis gravidarum).

1.3 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengetahuan ibu hamil trimester I tentang emesis gravidarum yang meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengaruh terhadap ibu dan janin, dan penanganan emesis gravidarum.

1.4 Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis mengambil pertanyaan penelitian sebagai berikut :
1.4.1 Bagaimana pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang pengertian emesis gravidarum di RB ....................................?
1.4.2 Bagaimana pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang penyebab emesis gravidarum di RB ....................................?
1.4.3 Bagaimana pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang tanda dan gejala emesis gravidarum di RB ....................................?
1.4.4 Bagaimana pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang pengaruh emesis gravidarum terhadap ibu dan janin di RB ....................................?
1.4.5 Bagaimana pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang penanganan emesis gravidarum di RB ....................................?

1.5 Tujuan Penelitian
1.5.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum di RB .....................................
1.5.2 Tujuan Khusus
1.5.2.1 Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang pengertian emesis gravidarum di RB .....................................
1.5.2.2 Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang penyebab emesis gravidarum di RB .....................................
1.5.2.3 Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang tanda dan gejala emesis gravidarum di RB .....................................
1.5.2.4 Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang pengaruh emesis gravidarum terhadap ibu hamil dan janin di RB .....................................
1.5.2.5 Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang penanganan emesis gravidarum di RB .....................................

1.6 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat
1.6.1 Bagi tempat penelitian
Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan masukan dan sumbangan pemikiran bagi pegawai/bidan di RB .................................... untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya ibu hamil.
1.6.2 Bagi institusi Pendidikan Program Akademi Kebidanan ...............
1.6.2.1 Hasil penelitian dapat dijadikan bahan evaluasi yang berkaitan dengan gambaran pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang emesis gravidarum
1.6.2.2 Sebagai sumber bacaan dan referensi bagi perpustakaan di instansi Pendidikan.
1.6.3 Bagi peneliti
1.6.3.1 Sebagai salah satu syarat kelulusan semester akhir Akademi Kebidanan
1.6.3.2 Merupakan penerapan dari ilmu yang diperoleh selama proses pembelajaran sehingga menanamkan pengetahuan peneliti dalam melakukan penelitian.
1.6.4 Bagi responden
Dapat menambah pengetahuan ibu hamil khususnya ibu hamil Trimester I tentang pentingnya pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengaruh, penanganan emesis gravidarum.

1.7 Ruang Lingkup
Dalam penulisan ini penulis membatasi ruang lingkup yang diteliti.
1.7.1 Jenis penelitian : Deskriptif
1.7.2 Subjek penelitian : Ibu hamil Trimester I
1.7.3 Objek penelitian : Pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang emesis
gravidarum.
1.7.4 Lokasi penelitian : RB ....................................
1.7.5 Waktu penelitian : April - Mei 2010
1.7.6 Alasan penelitian : Karena jumlah ibu hamil Trimester I pada multigravida
dan primigravida yang mengalami emesis gravidarum
masih banyak pada bulan Januari 2010.


silahkan download dalam bentuk dokumen word KTI KEBIDANAN
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DI RB
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)
KLIK DIBAWAH
KTI KEBIDANAN yang Mirip dengan KTI ini (silahkan klik):
Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I tentang Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas
lihat artikel selengkapnya - Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Emesis Gravidarum di RB
IKLAN2

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Emesis Gravidarum

IKLAN1
KTI KEBIDANAN
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I
TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DI RB

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Angka kematian maternal dan neonatal di Indonesia masih tinggi yaitu 307/100.000 kelahiran hidup dan 520/100.000 kelahiran hidup. Untuk menurunkan AKI dan AKB tersebut memerlukan waktu dan upaya. Suatu upaya yang dianggap efektif oleh para pakar adalah menyediakan pelayanan obstetri mungkin kepada ibu hamil dan memastikan bahwa pelayanan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat dan dengan melakukan dan pelayanan kehamilan yang baik atau sering disebut pelayanan antenatal bermutu (SDKI, 2002).
Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan obstetri, salah satunya dengan melakukan pelayanan antenatal care terhadap ibu hamil dengan memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan dengan tujuan agar ibu hamil dapat melewati masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta melahirkan bayi yang sehat. Dengan cara ini AKI dan AKB akan mengalami penurunan karena derajat kesehatan suatu bangsa ditentukan oleh derajat kesehatan ibu dan anak.
Pembangunan kesehatan dilakukan dengan prioritas pada upaya kualitas pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan Indonesia saat ini menerapkan paradigma sehat yaitu dengan cara pengutamaan usaha promotif dan preventif dalam proses kehamilan, karena resiko kehamilan bersifat dinamis karena ibu hamil yang pada mulanya normal secara tiba-tiba dapat menjadi resiko yang tinggi.
Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus agar dapat berlangsung dengan baik demi tercapainya persalinan yang aman dan melahirkan bayi yang sehat dengan harapan dapat menekan AKI dan AKB,, kehamilan dimulai dari tuanya. Kehamilan-kehamilan dapat dibagi dalam 3 bagian, yaitu triwulan I (0-12 mg), triwulan II (12-28mg) dan triwulan III (28-40 mg). Dalam 3 triwulan tersebut terjadi perubahan-perubahan dalam tubuh ibu (Sarwono, 2002).
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang sering terjadi pada 60-80 % Primigravida dan 40-60 % Multigravida. Mual biasanya terjadi pada pagi hari tetapi dapat pula timbul setiap saat pada malam hari. Rasa mual biasanya dimulai pada minggu-minggu pertama kehamilan dan berakhir pada bulan keempat. Namun sekitar 12 % ibu hamil masih mengalaminya hingga 9 bulan (kehamilan yang menyenangkan : 31)
Penyebab mual dan muntah ini bermacam-macam antara lain karena adanya perubahan hormon dalam tubuh, psikologis, sampai gaya hidup. Pola makan yang buruk sebelum maupun pada minggu-minggu awal kehamilan, kurang tidur atau kurang istirahat dan stres dapat memperberat rasa mual dan muntah. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa mual meskipun tidak dapat dihilangkan sama sekali, misalnya dengan mengkonsumsi makanan seimbang, cukup bergerak dan cukup istirahat. Oleh karena itu calon ibu diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai mual agar ibu dapat menentukan sikap untuk mengatasi masalahnya pada awal kehamilan sehingga tidak terjadi komplikasi kehamilan yang dapat mengganggu kehamilan selanjutnya (Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan :58)
Bidan dalam melakukan pelayanan ANC hendaknya selalu memberikan penjelasan dan motivasi mengenai keluhan yang dirasakan ibu hamil termasuk didalamnya emesis gravidarum. Karena masih banyak ibu hamil yang tidak mengetahui cara mengatasi mual dan muntah yang dialaminya.
Dalam penelitian ini dibatasi oleh pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengaruh dan penanganan emesis gravidarum.
Di RB .................................... selama bulan Januari 2009 terdapat 38 orang ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya ke RB tersebut. Dari 10 ibu hamil trimester I yang disurvey 6 diantaranya mengalami emesis gravidarum.
Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian "Gambaran pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang emesis gravidarum di RB ....................................".

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dari survey terhadap 10 orang ibu hamil trimester I terdapat 6 orang yang mengalami mual dan muntah (emesis gravidarum).

1.3 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengetahuan ibu hamil trimester I tentang emesis gravidarum yang meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengaruh terhadap ibu dan janin, dan penanganan emesis gravidarum.

1.4 Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis mengambil pertanyaan penelitian sebagai berikut :
1.4.1 Bagaimana pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang pengertian emesis gravidarum di RB ....................................?
1.4.2 Bagaimana pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang penyebab emesis gravidarum di RB ....................................?
1.4.3 Bagaimana pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang tanda dan gejala emesis gravidarum di RB ....................................?
1.4.4 Bagaimana pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang pengaruh emesis gravidarum terhadap ibu dan janin di RB ....................................?
1.4.5 Bagaimana pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang penanganan emesis gravidarum di RB ....................................?

1.5 Tujuan Penelitian
1.5.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum di RB .....................................
1.5.2 Tujuan Khusus
1.5.2.1 Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang pengertian emesis gravidarum di RB .....................................
1.5.2.2 Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang penyebab emesis gravidarum di RB .....................................
1.5.2.3 Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang tanda dan gejala emesis gravidarum di RB .....................................
1.5.2.4 Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang pengaruh emesis gravidarum terhadap ibu hamil dan janin di RB .....................................
1.5.2.5 Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang penanganan emesis gravidarum di RB .....................................

1.6 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat
1.6.1 Bagi tempat penelitian
Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan masukan dan sumbangan pemikiran bagi pegawai/bidan di RB .................................... untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya ibu hamil.
1.6.2 Bagi institusi Pendidikan Program Akademi Kebidanan ...............
1.6.2.1 Hasil penelitian dapat dijadikan bahan evaluasi yang berkaitan dengan gambaran pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang emesis gravidarum
1.6.2.2 Sebagai sumber bacaan dan referensi bagi perpustakaan di instansi Pendidikan.
1.6.3 Bagi peneliti
1.6.3.1 Sebagai salah satu syarat kelulusan semester akhir Akademi Kebidanan
1.6.3.2 Merupakan penerapan dari ilmu yang diperoleh selama proses pembelajaran sehingga menanamkan pengetahuan peneliti dalam melakukan penelitian.
1.6.4 Bagi responden
Dapat menambah pengetahuan ibu hamil khususnya ibu hamil Trimester I tentang pentingnya pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengaruh, penanganan emesis gravidarum.

1.7 Ruang Lingkup
Dalam penulisan ini penulis membatasi ruang lingkup yang diteliti.
1.7.1 Jenis penelitian : Deskriptif
1.7.2 Subjek penelitian : Ibu hamil Trimester I
1.7.3 Objek penelitian : Pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang emesis
gravidarum.
1.7.4 Lokasi penelitian : RB ....................................
1.7.5 Waktu penelitian : April - Mei 2009
1.7.6 Alasan penelitian : Karena jumlah ibu hamil Trimester I pada multigravida
dan primigravida yang mengalami emesis gravidarum
masih banyak pada bulan Januari 2009.


silahkan download dalam bentuk dokumen word KTI KEBIDANAN
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DI RB
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)
KLIK DIBAWAH
KTI KEBIDANAN yang Mirip dengan KTI ini (silahkan klik):
Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I tentang Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas
lihat artikel selengkapnya - Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Emesis Gravidarum
IKLAN2